Selamat, Anda telah Menjadi Copywriter
USAHAMUSLIM.ID, BOYOLALI – Judul artikel itu menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai Copywriting amatlah mudah, hampir sama dengan menulis pada umumnya, dan bahkan siapapun bisa membuat konten copywriting, bisa ditulis oleh siapa saja, asalkan Anda mengerti tentang materi-materi pemasaran.
Penggiat copywriter dari Boyolali, Tommy Hermawan kepada usahamuslim.id mengatakan, meskipun sama dengan pekerjaan menulis lainnya, namu ada yang membedakan antara Copywrting dengan menulis artikel pada umumnya, yakni pada teknik penulisannya.
“Iya bedanya pada teknik penulisan. Ini paling harus diperhatikan oleh seorang copywriter,. Sebab kalau tekniknya kurang benar, maka kemungkinan iklan promosi yang ditawarkan akan gagal total, “ kata Tommy.
Kesalahan teknis yang dilakukan oleh seorang copywriter, ditandai dengan tingkat kunjungan dan respon pelanggan yang rendah, traffic website tidak kunjung naik, postingan di media sosial kurang mendapat tanggapan, artikel blog jarang dibaca dan tidak dibagikan orang lain, dan jumlah peminat yang kurang.
Nah, agar konten yang Anda buat menarik dan banyak peminat, maka Tommy Hermawan membeberkan sejumlah langkah yang harus dilakukan antara lain.
1. Pelajari Produk yang Akan Anda Promosikan
“Kenali terlebih dahulu produk barang atau jasa yang akan ditawarkan, ini penting, sebab kalau kita tidak mengenali produk, layanan yang ditawarkan, maka bagaimana mungkin kita bisa menjelaskan kepada pelanggan mengenai produk yang kita pasarkan. Tanpa mengenali produk, maka kita akan sulit memasarkannya dengan baik. Inilah mengapa mempelajari produk menjadi bagian penting dari belajar copywriting.” Ujar Tommy.
Ini tidak hanya berlaku untuk copywriter yang bekerja untuk sebuah perusahaan. Bagi Anda yang mempromosikan bisnis pribadi pun, ini adalah hal yang penting untuk diingat. Terkecuali jika Anda yang menciptakan barang dagangan itu, maka otomatis Anda telah mengenalnya tanpa harus memperlajarinya.
Nah, setelah mempelajari tentang produk yang akan Anda jual, selanjutnya buat catatan kecil. Ini untuk memudahkan nanti ketika Anda akan memulai proses penulisan.
Cara mudah untuk mengenali produk dengan mengajukan tiga pertanyaan ini:
• Apa yang unik dari produk tersebut?
• Apa saja fiturnya?
• Apa manfaat yang didapatkan konsumen dari fitur tersebut?
Dari ketiga pertanyaan itulah Anda mengembangkannya menjadi konten Copywriting.
2. Pahami Kebutuhan Calon Konsumen
“Jadi kalau kita sudah mengenali produk yang akan kita tawarkan, kita juga perlu mengenali audiens kita, Audiens ini adalah orang yang akan dijadikan sasaran promosi, mereka yang akan membaca konten yang kita buat.
Mengapa kita perlu mengenal audiens?
Karena tujuan daripada konten copywriring yang kita buat adalah untuk menawarkan manfaat dari produk kita yang akan mereka dapatkan ketika menggunakan barang yang kita jual.” Lanjut Tommy
Gambarannya ketika Anda tidak mengenal audiens, Anda menawarkan parfum mobil, padahal Audiens Anda hanya memiliki motor. Maka sudah pasti tawaran Anda akan ditolak karena mereka tidak merasa membutuhkan dan tidak akan mendapatkan manfaat dari produk yang Anda jual.
Perlunya mengenali audiens ini, sebagai bahan Anda dalam membuat teks pemasaran yang betul-betul terdengar personal, alias tepat sasaran.
Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mempelajari audiens adalah dengan memberikan survei pada konsumen yang sudah ada.
Dalam survei tersebut, ada beberapa pertanyaan yang wajib dicantumkan agar Anda dapat memahami konsumen semaksimal mungkin, termasuk:
1. “Apa yang membuat Anda tertarik dengan produk kami?”
2. “Apakah Anda pernah menggunakan produk serupa?”
3. “Bagaimana pengalaman Anda menggunakannya?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, bisa dikirimkan ke email masing-masing audiens, atau melalui akun media sosial yang sebelumnya telah kita catat dan simpan.
Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda tambahkan, sesuai dengan produk apa yang Anda jual, Anda juga dapat menanyakan hal-hal yang bersifat lebih pribadi seperti berikut:
a. “Ceritakan tentang diri Anda (umur, tempat tinggal, jumlah penghasilan)”
b. “Bisnis apa yang Anda jalankan saat ini?”
c. “Apa saja yang anda harapkan dari produk kami?”
d. “Apa yang ingin bisa Anda capai dalam pekerjaan atau bisnis?”
Dengan jawaban dari pertanyaan di atas, Anda dapat menciptakan gambaran tentang target audiens yang disebut buyer personal.
3. Buat Judul atau Headline yang Menarik
Ada sebuah survey yang menyebutkan, Delapan dari sepuluh audiens hanya akan membaca judul atau headline Anda.
Artinya, Anda harus bisa menciptakan judul yang betul-betul menarik perhatian. Kreatifitas tinggi memang dibutuhkan untuk membuat headline yang kuat.
Membuat judul yang menarik bukanlah hal yang sulit, Cukup gunakan tiga trik, Maka Anda akan bisa menyulap judul yang terdengar biasa-biasa saja menjadi menarik, triknya adalah :
1. Jelaskan manfaat yang anda tawarkan
2. Buat pembaca ingin segera membeli
3. Cantumkan persentase
– Sebutkan Manfaat yang Anda Tawarkan
Salah satu hal yang menjadi penyebab orang tidak tertarik dengan judul, adalah karena kurang jelas maksudnya.
Misalnya “Cara Mudah Menjadikan Tanaman Kangkung Lebih Produktif ”.
Headline tersebut memang singkat, tetapi pembaca tidak merasa tertarik untuk membaca keseluruhan teksnya, karena terlihat biasa biasa saja dan tidak menarik.
Tapi coba Anda ubah judul itu menjadi “Kangkung Menjadi 2 kali lebih produktif dengan 3 Trik Ini”.
Judul ini memang terlihat lebih panjang, tetapi pembaca dapat langsung memahami manfaatnya dan merasa penasaran untuk membaca isinya dengan lengkap.
– Buat Pembaca Ingin Segera Membeli
Semua orang selalu tertarik dengan iming-iming hadiah, atau diskon atau keuntungan dari membeli sebuah produk.
Namun, mencantumkan diskon saja di headline tidaklah cukup. Anda harus menyampaikan ke pembaca bahwa diskon tersebut tidak berlaku selamanya. Ini akan memberikan efek yang lebih besar.
Contohnya dengan menggunakan kalimat, “Diskon 50% Untuk Semua Aksesoris, Berlaku Hanya 5 Hari”.
“Dengan judul yang menarik, dijamin semakin banyak orang yang tertarik dengan iklan Anda.” Kata Tommy Hermawan.
Namun, batas waktu penawaran Anda harus benar-benar ada. Jika tidak, maka Anda akan kehilangan kepercayaan dari konsumen atau audiens.
– Cantumkan Persentase
Selain manfaat dan penawaran terbatas, unsur lain yang tidak kalah ampuh untuk menarik perhatian adalah persentase.
Dengan adanya persentase di headline Anda, pembaca akan lebih tertarik karena ada hasil spesifik yang bisa didapatkan dari Anda.
Misalnya judul ini:
“9 Kiat Menggenjot Kunjungan di Website, Tingkat Keberhasilannya 38,5%”.
Bandingkan bila judulnya sekedar “Kiat-kiat Agar Traffic Website Meningkat”, bisa dipastikan hanya sedikit orang yang tertarik untuk meng-klik artikel, iklan, atau landing page Anda.
4. Setelah Judulnya Menarik, Ikuti pula dengan Kalimat Pengantar yang Menarik
Meskipun judul sudah dibuat semenarik mungkin, namun orang belum tentu langsung tertarik untuk menyimak artikel, newsletter, atau landing page Anda lebih lanjut setelah meng-klik judulnya.
“Makanya, kalimat pengantar setelah judul, harus juga dibuat menarik .itu sebabnya seorang copywriter tidak jarang melakukan wawancara dulu dengan sejumlah orang, untuk membuat kata pengantar yang menarik.” imbuh Mas Tommy.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat lead yang susah ditolak pembaca:
-Tunjukkan Empati
Seorang copywriting harus menjiwai audiens. Karena itu, konsep ini juga perlu digunakan dalam pembuatan lead (Paragraf pengantar). Caranya adalah berempati dengan pembaca.
Mulailah kalimat pengantar Anda dengan tiga contoh ungkapan ini untuk membangun koneksi dengan audiens dari awal:
• “Pernahkah Anda mengalami ini? Sakit perut melilit-lilit sampai susah tidur”
• “Anda tentu tahu betapa masalah dehidrasi bisa sangat mengganggu aktivitas. Untungnya, kami telah menawarkan sebuah produk minuman sehat, yang dapat mengatasinya dengan baik tanpa efek samping”
• “Kami paham bahwa dehidrasi dapat mengganggu aktivitas Anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan minuman “X” ini sebagai solusinya”
Itu beberapa contoh kalimat pengantar yang bisa menarik perhatian pembaca.
-Mulailah dengan Fakta
Seperti pada jenis tulisan apapun, data, fakta, atau kutipan dari sebuah sumber terpercaya dapat digunakan sebagai pembuka lead.
Ungkapan-ungkapan berikut ini bisa Anda jadikan contoh agar lead terdengar kredibel dan menangkap perhatian audiens:
• “Riset yang dilakukan oleh lembaga ‘X’ tahun ini menunjukkan bahwa….”
• “Sebuah cara yang dilakukan oleh “perusahaan X” terbukti dapat meningkatkan pendapatan sebesar X%, menurut studi yang dilakukan oleh pihak “Y””
• “Survey membuktikan bahwa produk yang dihasilkan oleh perusahaan “A” masih menempati urutan pertama dari produk sejenis yang ada di….”
-Buat Audiens Penasaran
Audiens tentunya harus dibuat penasaran agar ingin membaca teks Anda sampai akhir. Ini bisa dilakukan dengan ajakan sederhana di akhir paragraf pembuka, seperti: “Penasaran dengan caranya ? Simaklah artikel ini!”
Selain itu, Anda juga dapat membuat audiens penasaran di awal dengan memberikan fakta yang mengejutkan. Contohnya: “Tidak dapat dipungkiri bahwa produk makanan yang dibuat oleh pihak “C”, terbukti bermanfaat bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa produk tersebut ternyata memiliki dampak negatif?”
5. Buatlah Tulisan yang Berkwalitas dan Menawarkan Solusi
Meskipun headline dan lead merupakan bagian penting dalam teknik copywriting, Anda tidak boleh melupakan bagian utama tulisan. Dalam copywriting, bagian ini disebut copy.
Ada beberapa formula yang bisa Anda gunakan untuk menulis copy yang berkualitas, di antaranya:
• Gunakan kata dan kalimat sederhana
• Tulis untuk satu orang saja
• Jelaskan manfaat bagi audiens
• Manfaatkan subheading atau sub judul
-Gunakan Kata dan Kalimat Sederhana
Pernahkah Anda melihat media pemasaran, baik itu landing page, sales email, maupun iklan yang bahasanya sulit dicerna? Pastinya tidak pernah, bukan?
Sebagai seorang copywriter, Anda tidak perlu menggunakan kiasan, perumpamaan, atau pun kata yang jarang dipakai sehari-hari, seperti: Mendemonstrasikan, Distingtif, Utilitas, Terintegrasi, Diksi.
Tapi gunakan saja kata yang mudah difahami, yakni; Menunjukkan, Unik, Manfaat, Terhubung, Kata
Hindari menggunakan kalimat yang terlalu panjang. cobalah untuk tidak menggunakan sebuah kata lebih dari sekali dalam satu kalimat.
Jika tidak bisa, Anda dapat mengakalinya dengan menuliskan kalimat dengan panjang yang berbeda-beda dalam satu paragraf.
Dengan cara ini, audiens dijamin tidak akan mudah bosan membaca tulisan Anda.
Tulis untuk Satu Orang Saja
Tujuan copywriting adalah membuat teks yang terdengar personal agar lebih mengena terhadap target audiens.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan subjek pada tulisan.
Sebaiknya jangan menggunakan kata ganti orang ketiga seperti “mereka” dan “dia”, gantilah subjeknya dengan kata “Anda”.
Ini akan menjadikan posisi pembaca sebagai satu-satunya audiens Anda.
Contohnya seperti pada paragraf berikut ini:
“Ingin produktivitas tim Anda meningkat? Jika ya, biro “X” adalah solusi Anda. Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, kami dapat membantu tenaga penjualan Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.”
Coba bandingkan paragraf tadi dengan yang satu ini:
“biro X” adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas departemen penjualan. Selama lebih dari sepuluh tahun, kami dipercaya berbagai perusahaan untuk melatih tenaga penjualan mereka.”
Paragraf yang lebih terdengar personal adalah paragraf pertama.
Jangan Hanya Menyebutkan Fitur
Sebuah copy tentunya harus membahas tentang produk yang Anda tawarkan. Namun, jangan hanya terpaku dengan fitur dari produk tersebut ketika Anda menulis bagian ini.
Daripada sekedar menyebutkan fitur, Anda dapat menggarisbawahi manfaat-manfaat yang bisa didapatkan darinya.
-Manfaatkan Subjudul
Ketika membaca artikel pemasaran atau konten email marketing, orang mengharapkan teks yang mudah di-skim atau dibaca tanpa harus memperhatikan semua detailnya.
Dengan kata lain, poin-poin penting di tulisan Anda harus jelas.
Nah, Anda dapat menggunakan subheading untuk mempermudah pembaca menemukan poin-poin tersebut.
Di samping itu, subheading juga bermanfaat untuk memenggal teks yang panjang menjadi bagian-bagian kecil. Dengan demikian, teks juga menjadi lebih nyaman dibaca.
6. Akhiri dengan Persuasi atau ajakan
Apapun tujuan teks copywriting Anda, pada bagian akhir harus selalu ada ajakan untuk melakukan aksi yang Anda inginkan. Baik itu membeli produk, subscribe konten, daftar newsletter, atau lainnya.
Untuk membuat ajakan tersebut, Anda perlu menggunakan Call to Action (CTA). Di sejumlah website layanan digital, Anda bisa menemukan tombol CTA ini yang biasanya menggunakan tombol “Mulai Sekarang” atau “Daftar Sekarang”.
Namun, sebaiknya CTA yang Anda buat tidak hanya sekedar mendorong audiens untuk memberikan komitmen mereka. Di saat yang sama, berikan juga manfaat kepada audiens. Seperti misalnya memberi kesempatan kepada audiens untuk mencoba tool SEO-nya secara gratis.
Akan tetapi, audiens juga dapat langsung memilih paket berbayar. Di samping itu, mereka juga dapat berhenti berlangganan kapan saja.
CTA juga bisa berupa ajakan kepada pembaca unttuk mendaftarkan alamat email, dan sebagai imbalannya, pembaca akan mendapatkan konten-konten blog melalui email mereka.
Intinya, elemen call-to-action pada bagian akhir media pemasaran Anda tidak boleh hanya berupa perintah yang menguntungkan Anda. Berikan juga manfaat yang jelas bagi calon pelanggan atau audiens. Selamat berkarya (UM)