Berita Terkini

KUII Bahas Ketahanan Pangan hingga Gagasan Danantara Syariah

Jakarta – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) memasuki hari kedua pada Sabtu (25/7/2026) dengan 11 sidang pleno yang membahas isu strategis nasional. Mulai dari penegakan hukum, politik dan keamanan, ketahanan pangan, ekonomi, energi, hingga gagasan Danantara Syariah menjadi fokus para ulama, pejabat, akademisi, dan tokoh nasional.

Berdasarkan rundown resmi, agenda dibuka pukul 08.00 WIB dengan Sidang Pleno V bertema kekuasaan kehakiman. Sidang ini menghadirkan Ketua Mahkamah Agung Sunarto dan Zaeanal Arifin Mochtar.

Fokus Ketahanan Pangan dan Ekonomi Syariah

Isu ketahanan pangan menjadi perhatian pada Sidang Pleno VII pukul 10.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dijadwalkan menjadi narasumber bersama Purwiyanto Hariadi dengan tema “Ketahanan dan Kedaulatan Pangan”.

Pada bidang ekonomi, Sidang Pleno IX pukul 13.00 WIB mengangkat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi yang berkeadilan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan menjadi pembicara bersama ekonom Sylvi Veronica.

Sidang Pleno X pukul 14.00 WIB menyoroti kebijakan keuangan negara serta zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan hadir bersama Adiwarman Karim dan Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi sorotan adalah Sidang Pleno XIII pukul 19.30 WIB yang mengangkat “Gagasan Konsolidasi Ekonomi Keuangan Syariah” serta penegakan hukum persaingan usaha dan pengawasan kemitraan UMKM. Narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Ketua LPS Anggito Abimanyu dan Ketua KPPU Gopprera Panggabean. (Dikutip dari Republika)

Sidang Pleno XI pukul 15.30 WIB mengangkat ketahanan energi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sementara Sidang Pleno XII pukul 16.30 WIB menyoroti penguatan ekonomi berkelanjutan bersama Ketua Kadin Anindya Bakrie dan Sandiaga Uno.

Gagasan Danantara Syariah dan penguatan ekonomi keuangan syariah dalam KUII menunjukkan arah baru bagi ekonomi umat yang berlandaskan nilai syariah, sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi umat. (Redaksi)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button