Program Export Coaching Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

Malang – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan Export Coaching Program mampu melebarkan pasar produk pelaku usaha lokal hingga ke pasar internasional. Program dari PPEJP Kementerian Perdagangan ini menjadi wujud hadirnya negara bagi UMKM.
Wamendag meninjau salah satu pelaku usaha binaan, Ayung Sportindo di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). Usaha yang memproduksi pakaian pelindung keselamatan dan keamanan kerja (K3) itu kini telah menembus pasar internasional.
“Kami (datang ke Kota Malang) meninjau salah satu pelaku usaha yang sudah kami beri pelatihan dan hasil dari Export Coaching Program dari PPEJP Kementerian Perdagangan, yakni Ayung Sportindo. Alhamdullilah berhasil karena mampu meningkatkan kesempatan ekspor produk,” kata Wamendag Dyah Roro di Kota Malang. (Dikutip dari ANTARA News)
Produk Ayung Sportindo telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Rusia, dan Kolombia. Dyah Roro menekankan program ini sebagai langkah nyata meningkatkan daya saing produk UMKM dan UKM.
Pelaku Usaha Rasakan Lonjakan Omzet
Pemilik Ayung Sportindo Asrul Tesani menuturkan dampak program sangat signifikan. Pada 2024, usahanya meraup omzet sekitar Rp97 juta, namun setelah bergabung dalam program pada 2025 keuntungan melonjak menjadi lebih dari Rp200 juta.
“Saat mengikuti program ini saya tidak hanya mendengarkan materi tetapi praktik langsung mencari buyer, negosiasi, on boarding di platform luar negeri, sampai terakhir itu pengiriman, termasuk pengetahuan soal kontainer dan hitungannya itu semua diberikan,” ujar Asrul. (Dikutip dari ANTARA News)
Melalui program tersebut, setiap peserta memperoleh pengetahuan mengenai standarisasi ekspor, pemenuhan syarat administrasi, hingga koneksi dengan Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center, dan calon pembeli dari berbagai negara.
Wamendag berharap makin banyak produk dalam negeri yang masuk pasar internasional sehingga kinerja perdagangan Indonesia semakin positif. Ia mencatat Indonesia mempertahankan surplus perdagangan lebih dari lima tahun, dengan surplus 31 miliar dolar AS pada 2024 dan 41 miliar dolar AS pada 2025.
Keberhasilan UMKM seperti Ayung Sportindo menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk lokal bisa berdaya saing global dan menjadi penopang ekonomi umat yang kokoh. (Redaksi)
