Ekspansi FnB Halal, Kemendag Bidik Timur Tengah dan Diaspora
Membawa cita rasa Nusantara ke kancah global bukan lagi sekadar impian. Saat ini, sektor makanan dan minuman (FnB) Indonesia memiliki peluang ekspansi yang sangat masif. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai memetakan strategi agresif untuk menembus pasar internasional.
Timur Tengah kini menjadi sorotan utama sebagai target potensial. Khususnya, wilayah ini sangat menjanjikan untuk produk FnB halal asal Indonesia. Selanjutnya, ekspansi ini tidak hanya mengincar warga lokal, tetapi juga menyasar para perantau.
Manuver Pasar Halal dan Kekuatan Diaspora
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menilai potensi pasar luar negeri sangatlah luas. Sebenarnya, pemerintah tidak membatasi target negara secara spesifik. Namun, ada ceruk pasar khusus yang sangat strategis untuk digarap secara serius.
“Kalau untuk negaranya kita tidak spesifik gitu ya tertentu. Tapi kalau misalnya merujuk kepada misalnya FnB yang sifatnya halal gitu ya, tentu kita punya market yang cukup besar di Middle East misalnya, atau sebetulnya produk-produk makanan kita bahkan ada beberapa restoran yang sudah buka cabangnya di luar negeri,” kata Roro di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (11/8).
Selain itu, manuver bisnis kuliner Indonesia juga mulai merambah benua Eropa. Sebagai contoh, sebuah restoran Padang telah sukses membuka cabangnya di sana pada tahun lalu. Di samping itu, keberadaan diaspora Indonesia di berbagai belahan dunia menjadi keuntungan tersendiri.
“Belum lagi diaspora kita yang di luar negeri. Itu saya lupa, karena diaspora kita walaupun tinggal di luar negeri pasti lidahnya masih Indonesia. Jadi dia butuh sourcing produk dari Indonesia,” ujarnya.
Dukungan Kebijakan untuk Perkuat Ekosistem
Peluang besar ini tentu membutuhkan dukungan regulasi yang kokoh. Oleh sebab itu, Kemendag berkomitmen penuh untuk mendukung ekspansi sektor FnB. Langkah nyatanya akan diwujudkan melalui penguatan kebijakan strategis.
“Sehingga produk-produknya bukan hanya bisa diminati oleh pasar internasional. Tapi kita juga bisa membantu fasilitasi agar ada sebuah agreement dan commitment,” kata Roro.
Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat krusial. Harapannya, diplomasi kuliner ini mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara signifikan.
