Menteri KLH Dorong Inovasi Lingkungan Dunia Usaha

Denpasar – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mendorong dunia usaha untuk konsisten menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, langkah ini sangat penting demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di tanah air.
Selain itu, ia menekankan bahwa kepatuhan etik lingkungan harus dibangun melalui berbagai pendekatan mendasar. Pendekatan tersebut mencakup kesadaran moral, perintah agama, hingga penegakan hukum secara tegas.
“Dalam mewujudkan kepatuhan etik lingkungan, ada yang sifatnya imbauan moral, kemudian perintah-perintah religi, dan yang terakhir adalah menggunakan instrumen hukum. Sehingga mereka yang tidak bisa diperintah secara moral, tidak bisa diperintah secara religi, ya kita perintah secara hukum,” tutur Menteri Jumhur.
Perlindungan Lingkungan Bukan Penghambat Pembangunan Ekonomi
Selanjutnya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, pembangunan dan aktivitas bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem.
“KLH mendorong satu tagline pertumbuhan dan pembangunan melalui perlindungan lingkungan. Hal itu bisa dilakukan. Sebagai contoh ENSIA ini adalah salah satunya. Jadi silakan membangun tapi bersamaan dengan memulihkan dan menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya,” tandas Menteri Jumhur.
Empat Prinsip Hadapi Triple Planetary Crisis
Dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Oleh sebab itu, inovasi dunia usaha harus memuat empat prinsip utama: green jobs, social preparation and social integration, zero accident, serta Gerakan Tobat Ekologis.
Ajang ENSIA 2026 juga sejalan dengan komitmen KLH/BPLH dalam mendorong praktik beyond compliance. Dengan demikian, kontribusi perusahaan dapat mencakup pengelolaan sampah, transisi energi bersih, hingga pengembangan ekonomi hijau.
“ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring dalam aspek keberlanjutan,” jelas Sandry.
Partisipasi Ratusan Perusahaan Dalam ENSIA 2026
Pada gelaran ENSIA 2026, sebanyak 253 perusahaan berpartisipasi dengan menghasilkan 954 karya inovasi serta melibatkan 48 local hero. Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
