Berita Terkini

Kementerian Ekraf Gandeng Braze Pacu Digitalisasi Industri Kreatif

Jakarta – Pemerintah menargetkan lahirnya jawara lokal baru yang mampu menembus pasar internasional. Namun, mampukah kolaborasi dengan raksasa teknologi global ini mengubah ekosistem digital kita secara fundamental?

Akselerasi Digitalisasi Industri Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menggandeng perusahaan teknologi global Braze untuk mempercepat transformasi digital ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif atau national champion yang mampu bersaing di pasar internasional.

Selanjutnya, kerja sama tersebut akan diawali melalui penyelenggaraan program Grow with Braze pada awal Agustus 2026. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pegiat ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar global melalui pemanfaatan teknologi pemasaran digital.

“Kolaborasi dengan Braze harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga teknologi dan jaringan global yang dimiliki Braze dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, membantu pegiat usaha meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mendorong lahirnya lebih banyak national champion untuk bisa go global,” ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 18 Juli 2026.

Optimalisasi Pendekatan Heksaheliks Nasional

Oleh karena itu, penguatan sektor ini memerlukan dukungan lintas sektor yang solid. Riefky menjelaskan, Kementerian Ekraf saat ini membina 21 subsektor ekonomi kreatif yang terbagi dalam empat klaster besar dengan tujuh subsektor prioritas nasional. Untuk mempercepat pertumbuhannya, pemerintah menerapkan pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Selain itu, posisi kementerian difungsikan menjadi motor penggerak utama. Menurutnya, Kementerian Ekraf berperan sebagai akselerator yang mempercepat pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif melalui akses teknologi, pelatihan, pemasaran, investasi, hingga jejaring internasional.

“Kami ingin pegiat ekonomi kreatif yang sudah memiliki produk dan kapasitas bisnis dapat tumbuh lebih cepat melalui akses teknologi, pelatihan, pemasaran, investasi, hingga jejaring internasional. Kolaborasi dengan perusahaan global seperti Braze menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat proses tersebut, termasuk kurasi bersama yang memberikan dampak lebih lanjut,” ucapnya.

Integrasi Teknologi Kecerdasan Buatan

Sementara itu, pihak swasta global memberikan insentif teknologi bernilai tinggi. Dalam kerja sama tersebut, Braze menawarkan 1.000 sertifikasi gratis mengenai customer engagement dan kampanye digital bagi pegiat ekonomi kreatif. Selain itu, perusahaan juga akan menyediakan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pelaku usaha membangun komunikasi digital yang lebih personal dengan konsumen.

Kemudian, agenda pertemuan tatap muka berskala global juga telah dipersiapkan dengan matang. Braze juga berencana menggelar konferensi teknologi pemasaran berskala internasional pada 4 Agustus 2026 yang menghadirkan CEO global Braze dari Amerika Serikat. Menteri Ekraf dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut.

Namun, keberhasilan penetrasi teknologi ini tetap bergantung pada peningkatan kompetensi SDM lokal. Country Director Braze Indonesia Franz Sihaloho mengatakan pihaknya ingin mendukung pengembangan talenta digital dan meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia melalui pelatihan, sertifikasi, serta pemanfaatan teknologi pemasaran digital.

Pada akhirnya, ruang lingkup kemitraan ini diproyeksikan mencakup panggung diplomasi internasional yang lebih luas. Selain membahas agenda konferensi, kedua pihak juga mendiskusikan peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta digital, optimalisasi bisnis binaan Kementerian Ekraf, hingga keterlibatan Braze pada World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dunia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button