Berita Terkini

Bank Indonesia Genjot Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi

Jakarta – Penguatan konektivitas antara industri halal dan keuangan syariah kini menjadi kebutuhan krusial. Oleh karena itu, Bank Indonesia terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi sektor korporasi. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat ekspansi usaha yang kompetitif dan berkelanjutan.

Selain itu, integrasi ini bakal memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara masif. Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan gagasan tersebut di Jakarta pada Rabu (12/8/2026). Forum strategis ini mempertemukan 20 Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dengan 51 korporasi.

Selanjutnya, agenda business matching ini menjadi wadah konkret untuk menjajaki solusi pembiayaan. Acara ini juga didukung penuh oleh OJK, Kemenperin, Kadin, hingga Asbisindo.

Strategi Pipeline Pembiayaan dan Tata Kelola Risikonya

“Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan, diperkuat pendalaman pasar keuangan syariah dan intermediasi, serta kolaborasi antara korporasi, industri keuangan syariah, regulator, kementerian/lembaga, dan asosiasi,” ujar Destry.

Selain itu, Destry menekankan pentingnya perluasan kapasitas instrumen pembiayaan. Oleh sebab itu, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi fondasi yang utama.

Di sisi lain, Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia, Titi Khoiriah, turut menyoroti skema pembiayaan. Menurutnya, pembiayaan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekspansi korporasi.

Sejalan dengan itu, Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo, Bob Tyasika Ananta, menawarkan pendekatan berbasis ekosistem. Pendekatan ini menghubungkan korporasi secara langsung dengan rantai pasok industri. Oleh karena itu, perbankan syariah dapat memperluas pembiayaan modal kerja dengan optimal.

Kinerja Industri Syariah Melesat Tajam

Momentum pertumbuhan ini didukung oleh kinerja industri yang sangat positif. Pada Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah berhasil menembus angka Rp720 triliun. Angka ini melonjak 11,43% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga tumbuh 13,13% hingga mencapai Rp816 triliun. Di sisi dunia usaha, rantai pasok halal juga tumbuh sebesar 5,5%. Selanjutnya, outstanding sukuk korporasi sudah mendekati angka Rp95 triliun.

Pada akhirnya, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi. Melalui program Bulan Pembiayaan Syariah, akses pembiayaan sektor riil akan makin terbuka lebar. Langkah bersama ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button