Berita Terkini

Gempuran Impor Teror UMKM, Pemerintah Petakan Komoditas Bermasalah

Jakarta – Banjirnya barang impor kini memukul habis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat memetakan jenis komoditas yang merusak daya saing produk lokal. Langkah strategis ini diambil demi merumuskan regulasi impor yang jauh lebih efektif dan tepat sasaran.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa koordinasi intensif terus berjalan bersama kementerian terkait. Selain itu, pemetaan difokuskan pada produk impor yang paling sering menggilas pasar domestik.

“Kemarin saya juga sudah sering diskusi dengan Pak Maman, kira-kira produk apa saja itu yang mengganggu UMKM. Produk-produk impor apa saja, ya nanti kita bikin kebijakan yang lebih bagus,” ujar Budi saat ditemui dalam acara peluncuran Program Akselerasi Usaha Lokal di Caping Gunung, TMII, Kamis (13/8/2026). Dikutip dari investortrust.

Pasar Domestik Becek dan Dampak Impor

Di sisi lain, tata kelola impor nasional terbagi ke dalam tiga kategori utama. Kategori tersebut mencakup barang bebas, barang dilarang, serta barang yang diatur impornya secara ketat.

Pasalnya, barang diatur wajib mengantongi rekomendasi teknis dari kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian. Namun, gempuran barang konsumsi di lapangan tetap memberikan hantaman keras bagi produsen lokal.

Data BPS mencatat total nilai impor Indonesia periode Januari hingga Maret 2026 menembus US$ 61,30 miliar. Oleh sebab itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai banjir barang impor menjadi faktor utama tidak lakunya produk lokal.

“Ada beberapa pertanyaan kenapa barangnya enggak laku? Ya macam-macam, tapi faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita ‘becek’, pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor,” ungkap Maman dalam acara UMKM Finance Summit di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Sinergi Digital dan Adaptasi Pasar Lokal

Selanjutnya, pelaku UMKM dituntut untuk terus beradaptasi dengan mengombinasikan saluran penjualan online dan offline. Kanal fisik tetap sangat penting karena konsumen membutuhkan pengalaman langsung sebelum memutuskan membeli barang.

Sebaliknya, penguatan ekosistem digital juga terus digenjot melalui kolaborasi dengan platform e-commerce. Kementerian Perdagangan bersama Shopee Indonesia meluncurkan Program Akselerasi Usaha Lokal untuk memperkuat daya saing UMKM.

Pada akhirnya, program ini menghadirkan enam manfaat utama termasuk Voucher Akselerasi dan fasilitas ekspansi pasar global. Selain itu, pelaku usaha mendapatkan perlindungan HAKI hingga kemudahan efisiensi operasional toko.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button