Berita Terkini

IPB dan Dreamdelion Luncurkan Program Kewirausahaan WEAVE

Bogor – Kesenjangan partisipasi kerja perempuan masih membayangi lanskap ekonomi nasional. Oleh karena itu, IPB University berkolaborasi dengan Yayasan Dreamdelion Indonesia resmi membuka program kewirausahaan Women’s Economic and Emotional Empowerment for Value Enhancement (WEAVE).

Inisiatif terpadu ini mencakup agenda kompetisi bisnis, bootcamp intensif, hingga tahap inkubasi usaha. Rangkaian panjang kegiatan ini dibuka melalui webinar bertajuk “Entrepreneurial Mindset: Discover, Build, and Grow Your Ideas” pada 25/10.

Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, menyoroti tantangan dunia kerja yang kian berat. Selain itu, pelaku usaha perempuan kerap menghadapi hambatan ganda, mulai dari literasi finansial hingga ketahanan mental.

“Tentu IPB University berkomitmen tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademis di ruang kelas, tetapi juga mencetak generasi muda yang memiliki ketangguhan karakter, jiwa kewirausahaan, dan literasi finansial yang kuat. Oleh karena itu, IPB University sangat menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi strategis dengan Dreamdelion melalui WEAVE Project ini,” tambahnya.

Empat Pilar Penguatan Kapasitas Perempuan

Prof Deni menilai program WEAVE sangat komprehensif bagi pembinaan mahasiswa. Agenda pelatihan ini mencakup empat pilar utama, yaitu pengembangan bisnis, literasi keuangan, resiliensi mental, dan pengelolaan media sosial.

Selanjutnya, ruang ini diharapkan memicu kemandirian ekonomi sekaligus ketahanan emosional peserta secara berkelanjutan. Founder Dreamdelion, Alia Noor Anoviar, turut mengingatkan dinamika nyata pada fase transisi pascakuliah.

“Kehidupan setelah kuliah itu tidak semanis ketika adik-adik masih berkuliah. Kalian harus punya pendapatan mandiri, tidak merepotkan orang tua, membiayai hidup, membangun karier, serta menghadapi tantangan dunia kerja yang luar biasa,” katanya.

Alia membagikan perjalanan mendirikan Dreamdelion yang berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga bertahan 16 tahun. Menurutnya, bangku kuliah adalah waktu terbaik untuk bereksperimen tanpa dihantui ketakutan akan kegagalan.

“Jangan pernah merendahkan skill yang kalian miliki saat ini. Fokuslah melihat masalah di sekitar sebagai peluang, karena konsistensi dan keberanian beradaptasi adalah kunci utama membangun usaha yang berkelanjutan,” pesannya.

Inspirasi Usaha Berkelanjutan Alumni Kampus

Bukti nyata keberhasilan wirausaha kampus dihadirkan oleh alumnus Departemen Proteksi Tanaman IPB University angkatan 49, Sonya Suci Ramadhani. Sosok pendiri merek perawatan alami Sonya Botanika ini merintis bisnisnya berlandaskan nilai kepedulian lingkungan kampus.

“Manfaatkan sebesar-besarnya privilege dan jaringan alumni IPB University. Masa perkuliahan adalah waktu terbaik untuk mengeksplorasi ide, menghadapi tantangan, dan menguji kemampuan diri,” ungkapnya.

Pada akhirnya, sinergi lintas institusi ini menjadi modal berharga bagi mahasiswi untuk menembus ekosistem bisnis modern. Pembekalan mental dan finansial sejak dini membuktikan bahwa ruang kelas mampu melahirkan sociopreneur perempuan yang tangguh.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button