ASENSI Dorong Penguatan Industri Licensing dan Komersialisasi IP Lokal

Jakarta – Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri licensing dan pengembangan intellectual property (IP) di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan The 7th International Licensing Conference 2026 pada Rabu (19/8/2026) di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Konferensi bertema “Empowering Indonesia and Growing Revenue thru IP and Licensing” ini digelar bersama Chaoyu Expo dan Peraga Expo sebagai bagian dari rangkaian International Baby Products and Toys Expo (IBTE) Indonesia 2026.
Sebagai salah satu pameran bisnis mainan, produk bayi, dan licensing terbesar di Asia Tenggara, IBTE Indonesia 2026 mempertemukan pelaku industri, brand, distributor, peritel, hingga produsen dari pasar domestik maupun internasional. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemilik IP, kreator, licensee, dan pemangku kepentingan untuk menggali tren global serta peluang komersialisasi kekayaan intelektual.
Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya menyampaikan bahwa Indonesia menyimpan potensi IP yang sangat besar, namun tantangannya terletak pada tata kelola komersialisasi.
“IP bukan hanya mengenai kreativitas atau hanya design logo atau sebuah karakter. Jika dikelola dengan baik, IP dapat menjadi aset bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang. Melalui Licensing Business, sebuah IP dapat dikembangkan ke berbagai kategori produk dan bisnis sekaligus menciptakan revenue stream baru bagi pelaku usaha,” jelasnya dalam siaran pers. DIkutip dari BISNIS.
Strategi Bisnis dan Akses Pasar Global
Menurut Susan, licensing tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah industri, melainkan harus dijadikan sebagai strategi ekspansi bisnis. Melalui skema lisensi, sebuah IP dapat merambah ke berbagai sektor seperti mainan, produk konsumen, fashion, penerbitan, kuliner, hiburan, hingga gaya hidup.
“Kami ingin semakin banyak pelaku usaha Indonesia memahami bahwa licensing dapat menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan sumber revenue baru. Harapannya, semakin banyak IP Indonesia yang tidak hanya dikenal, tetapi juga berhasil dikomersialisasikan dan berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Untuk memberikan wawasan pasar global, konferensi ini menghadirkan pembicara internasional seperti Tani Wong dari Licensing International dan Marilu dari The Clicks. Oleh karena itu, pelaku usaha nasional didorong untuk tidak sekadar mengandalkan pasar domestik, melainkan mulai membangun jejaring internasional demi membawa produk lokal ke kancah dunia.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi Ekosistem IP
Pemerintah turut memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem IP yang solid di tanah air. Perlindungan kekayaan intelektual dinilai menjadi fondasi utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Perlindungan kekayaan intelektual adalah fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Sejalan dengan itu, kami selaku pemerintah terus berupaya mendorong terciptanya kolaborasi antara kreator, pemilik IP, pelaku usaha, manufaktur, peritel, investor, dan mitra internasional untuk membuka peluang bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan nilai ekonomi IP Indonesia.” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi.
Dukungan perlindungan yang kuat diharapkan mampu mendorong IP lokal berkembang dari local heroes menjadi national champions hingga mampu menembus pasar global. Antusiasme peserta internasional tampak dari hadirnya perwakilan dari China, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Taiwan.
ASENSI menilai tingginya minat peserta menjadi indikator bahwa kebutuhan edukasi dan jaringan bisnis di industri ini kian meningkat. Selain forum internasional ini, ASENSI juga menggelar Indonesia Licensing Conference dalam rangkaian Trade Expo Indonesia untuk memperkuat pasar dalam negeri.
“Kami ingin konferensi licensing menjadi ruang yang terus mempertemukan knowledge, business dan networking. Pelaku usaha tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga menemukan peluang, partner, dan kemungkinan bisnis baru,” ujar Susan.
Membuka Peluang Usaha dan Sumber Pendapatan Baru
Tantangan utama industri licensing ke depan adalah meningkatkan kemampuan pengelolaan dan komersialisasi IP secara berkelanjutan. Pengembangan ke berbagai variasi produk dan kolaborasi bisnis memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan pasar sekaligus menciptakan pendapatan tambahan.
“Harapan kami, konferensi ini bukan hanya membuat peserta mendapatkan knowledge, tetapi juga membawa pulang opportunity. Mereka bisa menemukan partner baru, ide baru, bahkan model bisnis baru. Pada akhirnya, kami ingin IP dan licensing benar-benar menjadi mesin revenue baru bagi dunia usaha Indonesia,” tambah Susan.
Melalui gelaran konferensi ini, ASENSI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus mengawal IP lokal agar tumbuh menjadi aset bisnis yang bernilai dan berdaya saing global.
