Perekonomian Lebaran 2025 Diprediksi Lebih Moderat, Jumlah Pemudik Turun

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengungkapkan bahwa geliat ekonomi masyarakat selama Idulfitri 2025 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mencatat penurunan jumlah pemudik tahun ini.
“Dengan sendirinya ada penurunan dari momentum Lebaran yang biasanya selalu meningkat. Mungkin tahun ini masih ada peningkatan, tetapi tidak sebesar seperti biasanya,” ujar Shinta dalam acara gelar griya Idulfitri 2025 di rumah dinas Menteri Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Selasa (1/4/2025). Dikutip dari bisnis.com
Meski perputaran uang tidak sebesar biasanya, Shinta menegaskan bahwa sektor-sektor utama seperti transportasi, makanan, minuman, dan restoran tetap mengalami pergerakan ekonomi. Ia juga menyoroti pengaruh faktor global terhadap perekonomian domestik selama libur Lebaran.
Shinta turut mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong konsumsi masyarakat dengan memberikan insentif, seperti diskon tiket pesawat dan sektor ritel. “Itu terus digenjot, jadi meskipun mungkin tidak sekuat biasanya, tetap ada upaya untuk meningkatkan daya beli melalui promosi,” katanya.
Jumlah Pemudik Turun, Perputaran Uang Diperkirakan Merosot
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, juga memperkirakan adanya penurunan perputaran uang selama libur Idulfitri 1446 Hijriah. Menurut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub, jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan dengan 2024 yang mencapai 193,6 juta pemudik.
Sarman memperkirakan bahwa perputaran uang selama Idulfitri 2025 akan mencapai Rp137,9 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp157,3 triliun. Angka ini didasarkan pada jumlah pemudik tahun ini yang mencapai 146,48 juta orang, atau setara dengan 36,26 juta keluarga, dengan asumsi setiap keluarga membawa Rp3,75 juta.
“Jumlah ini masih berpotensi naik, karena angka rata-rata per keluarga diambil dari estimasi yang moderat. Jika setiap keluarga membawa Rp4 juta, potensi perputaran uang bisa mencapai Rp145 triliun,” jelas Sarman dalam keterangan tertulisnya.
Pemerintah Bantah Prediksi Penurunan Ekonomi
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah prediksi penurunan aktivitas ekonomi selama Idulfitri 2025. Menurutnya, pemerintah telah menggelontorkan berbagai program bantuan sosial (bansos) guna meningkatkan daya beli masyarakat.
Airlangga juga menilai bahwa tingginya pergerakan ekonomi pada Lebaran tahun sebelumnya didorong oleh momentum Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg), yang secara alami meningkatkan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, ia memprediksi pergerakan ekonomi tahun ini cenderung moderat, bukan menurun.
“Lebaran tahun sebelumnya ada Pilpres dan Pileg, jadi kondisinya berbeda. Tahun ini lebih moderat,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Ekonomi Lebaran 2025 Diprediksi Moderat, Jumlah Pemudik dan Perputaran Uang Menurun
Tags: #Lebaran2025 # Ekonomi Lebaran, Perputaran Uang #PerekonomianIndonesia #Bansos
Focus Keyphrase: Ekonomi Lebaran 2025
Meta Description: Ekonomi Lebaran 2025 diprediksi lebih moderat dengan penurunan jumlah pemudik dan perputaran uang. Namun, pemerintah optimistis daya beli tetap terjaga berkat program bansos dan insentif.