Mentan Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong pondok pesantren mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan berupa bibit komoditas perkebunan secara gratis, pengolahan lahan tanpa biaya, hingga pendampingan budidaya bagi pesantren yang memiliki lahan produktif,” ujarnya dalam rilis pers, Senin (27/7/2026). (Dikutip dari Kompas.com)
Hal tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Pesantren Jadi Pusat Kemandirian Pangan
Amran mengatakan, pesantren yang memiliki lahan produktif dapat mengusulkan bantuan melalui dinas pertanian. Kementan siap membantu mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit.
“Kalau ada pesantren yang membutuhkan, ada bibit tebu, kakao, kelapa, mente, kopi, semuanya gratis dari Bapak Presiden. Pengolahan lahannya juga gratis. Bibitnya gratis. Tinggal lahannya disiapkan, nanti kami tanami,” ujar Amran.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan pertanian sekaligus membangun kemandirian pangan dan kegiatan produktif bagi para santri.
“Kami ingin pesantren menjadi mandiri pangan. Yang punya lahan tinggal diusulkan melalui dinas pertanian, nanti kami bantu tanami. Bibit kami siapkan sehingga lahan-lahan pesantren bisa menjadi produktif,” jelasnya.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sekitar 870.000 hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat.
“Semua ini untuk rakyat. Tahun ini (2026) kalau masih ada yang membutuhkan, bibit masih tersedia dan siap kami salurkan,” kata Amran.
Selain perkebunan rakyat, Amran memaparkan kebijakan hilirisasi komoditas pertanian seperti kelapa sawit, minyak goreng, ayam, dan telur agar manfaatnya tidak berhenti pada produksi, tetapi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pesantren dalam pertanian membuka ruang ekonomi baru sekaligus mendorong kemandirian umat, selaras dengan semangat ekonomi syariah yang diusung dalam KUII VIII. (Redaksi)
