Menekraf: Industri Periklanan Jadi Penggerak Utama Ekonomi Kreatif Nasional

JAKARTA — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa industri periklanan memiliki efek pengganda yang kuat terhadap pertumbuhan berbagai subsektor ekonomi kreatif di Indonesia. Periklanan dinilai berperan strategis dalam mendorong peningkatan kinerja subsektor lain, mulai dari media hingga kuliner.
Dalam siaran pers kementerian yang dikutip di Jakarta, Sabtu, Riefky menyampaikan bahwa aktivitas periklanan memberi dampak langsung pada subsektor ekonomi kreatif seperti televisi, radio, desain grafis, musik, film, animasi, seni pertunjukan, hingga kuliner.
“Periklanan membungkus nilai ekonomi dengan cerita. Iklan mengubah komoditas menjadi gaya hidup,” ujar Riefky. Dikutip dari antaranews.com
Ia menambahkan, industri periklanan menjadi motor penggerak konsumsi domestik yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Menurutnya, peran strategis tersebut juga tercermin dalam kontribusi periklanan terhadap perkembangan industri media dan hiburan global.
Riefky mengutip proyeksi PwC Global Entertainment & Media Outlook 2024–2028 yang menyebutkan bahwa total pendapatan iklan global pada 2026 diperkirakan menembus 1 triliun dolar AS. Bahkan, periklanan diproyeksikan menyumbang sekitar 55 persen dari total pertumbuhan industri hiburan dan media dalam lima tahun ke depan.
Di tingkat nasional, kinerja industri periklanan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan Dentsu Advertising Market Report, belanja iklan di Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5,1 hingga 5,4 persen sepanjang 2025–2027, dengan kanal digital menjadi kontributor utama pertumbuhan di kisaran 10 hingga 12 persen.
Dari sisi investasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa pada semester pertama 2025 subsektor periklanan berhasil menarik investasi sebesar Rp2,77 triliun. Capaian ini menempatkan periklanan dalam lima besar subsektor ekonomi kreatif dengan penyerapan investasi tertinggi, bersama subsektor aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner.
Riefky juga mengapresiasi penyelenggaraan ajang penghargaan Citra Pariwara 2025 yang digelar pada 11–12 Desember. Ia menilai Citra Pariwara sebagai barometer kualitas industri periklanan nasional.
“Ini adalah ‘Olimpiade’-nya industri periklanan. Di sinilah industri kreatif kita tercatat dalam tinta emas sejarah perjalanan bangsa,” katanya.
Ia turut memuji konsistensi Citra Pariwara dalam menjaga integritas festival di tengah perubahan cepat industri kreatif. Riefky berharap para pemenang Citra Pariwara 2025 dapat menjadi sumber inspirasi bagi pelaku industri periklanan untuk terus melahirkan karya kreatif yang berdampak luas bagi perekonomian nasional.
