Berita Terkini

Menatap Celah Data di Balik Potensi Zakat Produktif

Makassar – Gerakan ekonomi syariah di Sulawesi Selatan terus menunjukkan grafik positif. Namun, instrumen instan penyaluran dana sosial keagamaan ini masih membentur tembok klasik berupa karut-marut tata kelola basis data di lapangan.

Sinergi Sektor Keuangan dan Penguatan UMKM

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan resmi menutup gelaran Pekan Ekonomi Syariah di Makassar pada Senin (15/6/2026). Selain memacu pertumbuhan UMKM binaan, forum ini menegaskan pentingnya konsolidasi instrumen keuangan sosial Islam secara kaffah atau menyeluruh.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, hadir langsung memimpin komitmen tersebut. Selanjutnya, beliau memberikan apresiasi tinggi bagi puluhan lembaga dan instansi yang terlibat aktif dalam ekosistem ini.

“Zakat dan wakaf bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi syariah yang mampu memperluas inklusi ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Dikutip dari portalamanah.

Oleh karena itu, perluasan usaha para pelaku UMKM lokal harus dikawal ketat lewat program pendampingan yang berkelanjutan.

Menjinakkan Tantangan Klasik Akurasi Data Mustahik

Di sisi lain, ambisi besar ini tidak akan berjalan mulus tanpa adanya reformasi digital pada sektor tata kelola instrumen produktif. Masalah fundamental inilah yang dibedah secara mendalam oleh akademisi Bayu Taufiq Possumah, Ph.D.

Beliau memaparkan materi strategis bertajuk “Mengoptimalkan Zakat dan Wakaf Produktif sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Umat.” Menurut analisisnya, regulasi dan dukungan politik dari pemerintah saat ini sebenarnya sudah berada dalam kondisi yang sangat baik. Namun, kelemahan terbesar yang masih mengganjal adalah akurasi integrasi data para penerima manfaat.

“Lemahnya data mustahik menjadi salah satu kendala utama sehingga sulit mengidentifikasi kebutuhan penerima manfaat sekaligus mengukur dampak zakat yang telah disalurkan,” jelasnya.

Pada akhirnya, tanpa validasi data yang presisi, penyaluran dana publik berisiko salah sasaran dan gagal mengentaskan kemiskinan secara struktural.

Menakar Dampak Nyata Efek Multiplier Ekonomi

Oleh karena itu, Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi pelaporan keuangan pada setiap lembaga amil di daerah. Langkah konkret ini diharapkan mampu menyatukan ego sektoral antar-instansi demi membangun satu basis data tunggal yang transparan.

Selain itu, keberhasilan puluhan UMKM binaan dalam melakukan scale-up bisnis membuktikan bahwa modal stimulus syariah bekerja efektif jika diarahkan dengan benar. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menduplikasi keberhasilan taktis ini dalam skala makro yang jauh lebih luas.

Oleh karena itu, akuntabilitas publik menjadi harga mati bagi setiap pengelola dana umat agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Melalui integrasi teknologi yang kedap celah, instrumen finansial sosial ini diproyeksikan mampu menjadi bantalan ekonomi yang tangguh dari guncangan global.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button