Berita Terkini

LPPOM Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Halal Connect

Jakarta – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia memacu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memperluas penetrasi pasar internasional. Upaya strategis ini ditempuh melalui penguatan rantai nilai bisnis halal yang terintegrasi.

Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan mempertemukan para pemangku kepentingan dalam forum Halal Connect 2026 di Jakarta.

Perhelatan yang mengusung tema sinergi ekosistem bisnis halal dunia ini diinisiasi LPPOM Pusat bersama LPPOM DKI Jakarta. Acara tersebut mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha lintas sektor dengan pemasok bahan baku, perbankan, peritel, serta instansi pemerintah.

Direktur LPPOM DKI Jakarta Deden Edi menilai keterlibatan multipihak menjadi kunci mutlak penguatan ekosistem industri halal nasional.

“Melalui Halal Connect 2026, kami ingin mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam rantai nilai industri halal, mulai dari pelaku usaha, pemasok bahan baku, pengusaha ritel, lembaga pembiayaan, hingga instansi pemerintah,” ujar Deden dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (4/11/2026). Dikutip dari REPUBLIKA.

Sertifikasi Halal Pintu Masuk Menuju Standar Dunia

Deden menegaskan bahwa kepemilikan sertifikat resmi merupakan pintu masuk utama ekspansi bisnis ke panggung internasional. Namun, sertifikasi administratif saja dinilai belum cukup bagi keberlangsungan merek lokal di luar negeri.

Oleh karena itu, pelaku usaha dituntut terus membenahi mutu produk agar selaras dengan kriteria pasar mancanegara.

Kapasitas produksi terus ditingkatkan melalui kemitraan bersama Dinas PPKUKM DKI Jakarta dan Bank Indonesia. Pendampingan berkelanjutan ini disiapkan agar usaha rakyat mampu bertransformasi serta naik kelas.

Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati menambahkan bahwa pengawasan kehalalan menuntut konsistensi mutu jangka panjang dari produsen.

“Bagi LPPOM, pekerjaan tidak berhenti pada penerbitan sertifikat halal. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya,” ucap Muti.

Selanjutnya, Muti menjelaskan bahwa agenda Halal Connect sebelumnya telah bergulir di Bangka Belitung dan Tasikmalaya sebelum hadir di Jakarta.

Pada akhirnya, program ini dibidik berkembang menjadi gerakan nasional agar pengusaha terdorong mengurus sertifikasi halal secara sukarela tanpa menunggu sanksi kewajiban.

Membidik Potensi Pangan Haji dan Umrah

Pengembangan industri halal semestinya memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat kecil.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH M Faiz Sykron Makmun menyoroti besarnya ceruk pasar dari aktivitas ibadah ke Tanah Suci.

Gus Faiz menyebut konsumsi harian jemaah haji dan umrah membuka peluang ekspor pangan lokal ke Arab Saudi. Oleh sebab itu, ekosistem halal harus hadir menjembatani produk dalam negeri dengan kebutuhan riil di Timur Tengah.

“Mereka membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, kesempatan, dan perlakuan yang adil agar dapat berkembang,” ujarnya.

Gus Faiz menegaskan bahwa pelaku usaha kecil tidak boleh terus-menerus bergantung pada kucuran subsidi pemerintah. Akses modal dan kemudahan regulasi menjadi fondasi penting agar bisnis masyarakat tumbuh mandiri dan berkelanjutan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button