Berita Terkini

Lobi Dagang Agresif Mendag Budi Santoso di Forum G20

Langkah diplomasi ekonomi Indonesia kembali bergerak cepat menembus pasar global. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso tancap gas menggelar rangkaian pertemuan bilateral penting di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, pada Rabu (30/9). Agenda strategis ini berlangsung di sela hari pertama rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan menemui perwakilan komunitas bisnis Amerika Serikat, Pemerintah Arab Saudi, serta delegasi Rusia. Oleh karena itu, momentum ini menjadi pijakan krusial untuk mengunci berbagai kesepakatan ekonomi yang konkret.

“Kami bertemu Kamar Dagang AS, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia. Ketiga negara mitra dagang ini sudah memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Kami harap, pertemuan bilateral kali ini dapat makin memperkuat kerja sama yang menguntungkan antarnegara,” ujar Mendag Busan pascapertemuan.

Selain itu, ia memanfaatkan forum internasional ini untuk mempromosikan agenda tahunan nasional. Mendag Busan mengajak para pelaku usaha dari ketiga negara menghadiri Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada pertengahan Oktober mendatang.

Bidik Peluang Rantai Pasok dan Digitalisasi Bersama AS

Saat berdiskusi dengan Kamar Dagang AS, Mendag Busan mendorong penguatan kemitraan lewat forum Business 20. Indonesia membuka pintu lebar bagi investasi industri hilir bernilai tambah hingga pengembangan ekosistem pemasok.

Selanjutnya, potensi sektor masa depan seperti logam tanah jarang dan energi terbarukan ikut dipaparkan secara mendalam.

“Kami melihat, masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujar Mendag Busan.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kelanjutan pembahasan Agreement on Reciprocal Trade agar lekas diterapkan. Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Presiden Kebijakan Internasional Kamar Dagang AS Isabelle Icso merespons positif rencana ekspansi kerja sama.

Bahkan, komunitas bisnis AS turut menawarkan program penguatan kapasitas dan sistem pembayaran digital untuk memajukan UMKM Indonesia.

Akselerasi Perjanjian Bebas Kawasan Teluk dan Pangan Haji

Diplomasi bilateral kemudian berlanjut dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Kassabi. Dalam pertemuan ini, Indonesia menegaskan komitmen tinggi mempercepat penuntasan perundingan Indonesia-GCC FTA.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-GCC FTA, termasuk pembahasan mengenai investasi dan perlindungan investor. Kami berharap dukungan Arab Saudi dapat mendorong penyelesaian perundingan sehingga kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara GCC dapat makin diperkuat,” ujar Mendag Busan dalam pertemuan.

Perundingan dagang dengan kawasan Teluk tersebut mencatat kemajuan signifikan setelah putaran keempat di Riyadh. Oleh sebab itu, Indonesia terus mendorong finalisasi akses pasar barang agar tuntas sebelum tutup tahun 2026.

Selain sektor energi dan mineral, Mendag Busan mengajukan kerja sama pasokan pangan lokal untuk jemaah haji serta umrah. Menariknya, Arab Saudi menyambut hangat gagasan ini sekaligus mengusulkan pembangunan Kampung Indonesia permanen di ajang Expo Riyadh 2030.

Menatap Berlakunya Perjanjian Bebas Eurasia Tahun Depan

Pada sesi diplomasi lainnya, Mendag Busan bertatap muka dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov. Kedua pihak mematangkan persiapan pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA yang dijadwalkan aktif tahun depan.

“Kami berdua bertemu untuk menyampaikan dukungan atas berlakunya Indonesia-EAEU FTA tahun depan,” ujar Mendag Busan.

Menteri Reshetnikov memandang implementasi perjanjian bilateral ini bakal membuka keran perdagangan lebih luas, terutama pada sektor farmasi. Rusia mendorong adopsi standar manufaktur produk kesehatan yang berkualitas tinggi.

Pada akhirnya, Mendag Busan memastikan koordinasi lintas kementerian di dalam negeri akan segera dilakukan demi menyambut implementasi pasar bebas Eurasia tersebut.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button