Krisis Kepercayaan Bayangi Sektor Syariah, OJK Siapkan Peta Jalan
Senggigi – Industri keuangan syariah di Indonesia menghadapi sebuah paradoks besar dengan mayoritas populasinya. Pertumbuhan aset pada sektor ini tercatat sangat lambat setiap tahunnya. Namun, realitas data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas mengonfirmasi ketertinggalan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyoroti jurang ketimpangan ini secara langsung. Selanjutnya, total aset industri PVML saat ini tercatat mencapai Rp1.157,74 triliun. Mayoritas kue ekonomi tersebut masih dikuasai aset konvensional sebesar Rp1.022,85 triliun.
Sebaliknya, aset syariah terpantau tertinggal jauh karena hanya mampu menyentuh angka Rp134,89 triliun. Rasio penyaluran pembiayaan juga menunjukkan dominasi mutlak dari sektor konvensional. Pembiayaan konvensional sukses menyerap Rp939,04 triliun dari total penyaluran Rp1.064,25 triliun.
Selain itu, pembiayaan syariah tampak kesulitan mengejar di angka Rp125,21 triliun. Jumlah pelaku industri pun didominasi oleh kehadiran 650 entitas bisnis konvensional. Pelaku industri syariah hanya mampu bertahan pada jumlah 99 entitas saja.
Peta Jalan Baru Penyelamat Sektor Syariah
Agusman secara terbuka merasa prihatin melihat laju pertumbuhan syariah yang sangat stagnan. Oleh karena itu, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat dinilai menjadi akar permasalahan utamanya. Publik rupanya masih cukup skeptis terhadap kualitas layanan dan produk syariah.
“Nah, ini, Bu, insya Allah, road map sebenarnya kita sudah siapkan. Kalau dilihat, setiap tahun kenaikannya tipis banget, tipis sekali. Antara lain karena apa? Orang kita sering tidak percaya,” kata Agusman.
Demi mengatasi krisis tersebut, OJK kini mulai merancang strategi penyelamatan yang lebih komprehensif. Pada akhirnya, peta jalan (road map) khusus untuk PVML syariah akan segera diluncurkan. Langkah strategis ini ditujukan untuk memulihkan kepercayaan publik secara bertahap.
“Sekarang OJK sedang membuat road map PVML syariah. Mungkin beberapa bulan lagi akan kita launching. Karena sekarang waktu yang tepat seharusnya, di saat banyak sekali masalah terkait syariah dan akan ada road map ini,” ujar Agusman saat Forum Group forum Discussion bersama Redaktur Media Massa di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/8/2026). Dikutip dari REPUBLIKA.
Menanti Momentum Kebangkitan Ekonomi Etis
Peluncuran peta jalan ini tentu bukan sekadar pemenuhan target administratif semata. Sebaliknya, kehadiran regulasi ini harus menjadi pemicu transformasi nyata bagi industri syariah. Edukasi masif serta transparansi layanan wajib dijalankan secara konsisten oleh seluruh pihak.
OJK jelas menaruh harapan besar pada efektivitas penerapan kebijakan baru ini ke depannya. Namun, para pelaku industri juga harus segera membenahi kualitas fundamental operasional mereka. Sektor keuangan syariah dipastikan berpotensi bangkit pesat jika masalah kepercayaan publik berhasil dituntaskan.
