Berita Terkini

KNEKS Gandeng Akademisi Cetak Talenta Ekonomi Syariah Berdaya Saing

Jakarta – Laju pertumbuhan industri halal nasional menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang adaptif. Oleh karena itu, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) resmi merangkul dua asosiasi dekan kampus terkemuka, yakni AFEBI dan AFEBIS.

Langkah ini dirumuskan dalam agenda diskusi Program Pengembangan Talenta Ekonomi dan Keuangan Syariah Terintegrasi di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026). Forum strategis ini menyelaraskan arah kurikulum agar lulusan menguasai kompetensi praktik dan kepemimpinan.

Menjembatani Riset Kampus dan Pasar Nyata

Ketua AFEBI sekaligus Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Aurik Gustomo, menegaskan pentingnya kontribusi kampus yang relevan dengan dinamika dunia usaha.

“Pada Juli 2026, AFEBI menerbitkan buku Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia yang memuat sembilan policy brief, termasuk mengenai pengembangan ekosistem industri halal. AFEBI juga mendorong pemanfaatan teknologi dan penguatan inklusi melalui AFEBI Research dan AFEBI Berdampak, untuk memperkuat keterhubungan antara hasil riset akademik, kebutuhan industri, dan masyarakat,” jelas Aurik Gustomo.

Selanjutnya, Ketua AFEBIS sekaligus Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, turut menyoroti relevansi keilmuan dengan kebutuhan pasar.

“Pengembangan ekonomi syariah perlu diperluas lintas sektor dan berangkat dari persoalan nyata di masyarakat agar kajian akademik dapat menghasilkan solusi yang relevan bagi industri dan pembangunan nasional,” papar Misnen Ardiansyah. Dikutip dari REPUBLIKA.

Selain itu, Kongres AFEBI di Medan pada 4–5 November 2026 mendatang bakal dimanfaatkan untuk memperkuat agenda bersama ini.

Membangun Reputasi dan Daya Saing Lulusan

Namun, tantangan terbesar saat ini masih berkutat pada pemahaman industri terhadap kompetensi sarjana syariah. Berdasarkan kajian KNEKS dan AFSI, penguatan citra talenta (talent branding) menjadi agenda krusial yang mendesak.

Oleh sebab itu, sinergi pentaheliks disiapkan untuk memetakan keahlian lulusan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi tersebut mencakup perluasan beasiswa doktoral guna mencetak peneliti andal.

Pada akhirnya, ekosistem industri halal yang kokoh sangat bertumpu pada kesiapan intelektual para praktisinya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi tonggak penting agar sarjana syariah tidak lagi sekadar menjadi penonton di pasar sendiri.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button