Berita Terkini

Kemenkraf dan ION Pacu Daya Saing Industri Kreatif Nasional

Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) mulai menjajaki kolaborasi strategis bersama Indonesia Open Network (ION). Langkah ini diambil guna memperluas akses pasar digital serta memperkuat daya saing para pelaku ekonomi kreatif lokal di ranah internasional.

Sinergi Strategis Memperkuat Pasar Digital

Kemitraan antara Kemenkraf dan ION berfokus pada percepatan transformasi digital serta perluasan komersialisasi produk-produk kreatif Tanah Air. Melalui jaringan terbuka ini, pemerintah berniat mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis yang jauh lebih inklusif bagi seluruh kreator.

“Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global,” ujar Irene Umar.

Sektor ekonomi kreatif sejauh ini menunjukkan kinerja positif dengan realisasi investasi yang mencapai Rp183,01 triliun pada 2025. Selain itu, angka ekspor berhasil menembus 31,94 miliar dolar AS dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 27,40 juta orang. Oleh karena itu, penguatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi sangat mutlak.

Tantangan Kapasitas dan Integrasi Ekosistem

Meskipun potensi pasar digital sangat menjanjikan, kesiapan kapasitas pelaku usaha lokal masih menjadi tantangan utama. Oleh sebab itu, pembentukan tim kerja bersama akan segera dikoordinasikan guna mengawal proses adaptasi teknologi secara bertahap.

“Kolaborasi pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka dari ION bisa menjadi ruang yang tepat untuk mendukung digitalisasi serta perlindungan kekayaan intelektual ekonomi kreatif, di mana rencana pembentukan tim kerja bersama ini nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada tim ekraf yang sesuai bidangnya. Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” tambah Irene Umar.

Infrastruktur ION sendiri merupakan hasil inisiatif Kerja Sama Digital Indonesia–India yang dirancang mengintegrasikan layanan logistik, pembayaran, pembiayaan, hingga asuransi. Pada akhirnya, keberhasilan ekosistem ini membutuhkan keterlibatan aktif dari semua pihak terkait.

“Kami sangat mengapresiasi waktu dan diskusi bersama Ibu Wamen Ekraf, serta berharap dapat berkolaborasi membentuk tim kerja bersama pemerintah, karena ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” jelas Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button