Berita Terkini

Kemenko Pangan Dorong Pemasaran Daging Kambing dan Domba

Tangerang – Indonesia berhasil mencatatkan swasembada volume pada komoditas ternak kecil. Namun, keberhasilan produksi tersebut belum otomatis mengerek kesejahteraan jutaan peternak rakyat di tanah air.

Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan memacu penguatan hilirisasi pemasaran daging kambing dan domba nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda Dialog Interaktif Daging Kambing dan Domba Nusantara dalam Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kemenko Pangan, Harimurti, menegaskan urgensi penataan niaga ini. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan domestik sepenuhnya tercukupi dari pasokan dalam negeri dengan angka impor di bawah 10 persen.

Saat ini populasi kambing nasional telah menembus 15,4 juta ekor, sementara populasi domba mencapai sekitar 9,15 juta ekor. Selain itu, capaian swasembada volume ini menempatkan peternak rakyat sebagai tulang punggung utama produksi hewani nasional.

Menembus Pasar Ritel dan Pasokan Horeka

Kendati mandiri secara populasi, ekosistem peternakan rakyat masih menghadapi tantangan standardisasi produk. Pasalnya, serapan pasar terbesar sejauh ini masih tertahan pada momen musiman seperti hari raya kurban dan akikah.

Penelaah Teknis Kebijakan Kemenko Pangan, Ikka FM Kennedy, menyoroti pentingnya diversifikasi saluran penjualan komoditas ternak. Potensi konsumsi rumah tangga harian dinilai masih sangat luas dan belum tergarap optimal di rak ritel modern.

Tantangan nyata hadir karena industri hotel, restoran, dan kafe (horeka) menuntut spesifikasi pemotongan yang presisi. Selanjutnya, kanal ritel modern mewajibkan kesinambungan pasokan dingin serta keseragaman kualitas daging secara ketat.

Tanpa pemenuhan rantai dingin dan mutu terukur, ceruk pasar bernilai tambah tinggi justru dikuasai produk impor khusus. Sebaliknya, peternak mandiri tetap rentan terjebak dalam fluktuasi harga musiman yang sempit.

Kolaborasi Rantai Pasok demi Kesejahteraan Peternak

Guna mendobrak hambatan distribusi tersebut, pemerintah menyiapkan skema kerja sama lintas pemangku kepentingan. Kolaborasi ini melibatkan kementerian, pemerintah daerah, asosiasi peternakan, perbankan, hingga pelaku usaha ritel.

Sinergi terpadu diarahkan untuk membuka akses pembiayaan usaha tani serta modernisasi teknologi budidaya. Oleh sebab itu, kepastian mitra pembeli siaga (off-taker) menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Kepastian serapan pasar akan mendorong peternak dan koperasi meningkatkan mutu pakan secara berkelanjutan. Dampak positifnya berantai langsung ke kesiapan rumah potong hewan terakreditasi serta fasilitas logistik berpendingin.

Pada akhirnya, integrasi hulu-hilir menjadi kunci utama agar swasembada daging kambing dan domba memberi nilai tambah riil bagi peternak lokal sekaligus menghadirkan alternatif protein hewani terjangkau bagi konsumen.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button