Peluang Emas Penggiat Syariah Muda Kembangkan Bisnis Halal
Generasi muda kini memegang kunci penting dalam percepatan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) nasional. Pertumbuhan sektor rantai nilai halal Indonesia bahkan mencapai 6,21 persen pada 2025. Angka ini secara impresif sukses melampaui pertumbuhan PDB nasional.
Selain itu, posisi Indonesia makin disegani di kancah global. Laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026 menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia. Bahkan, sektor Modest Fashion bertengger kokoh di peringkat pertama dunia.
Potensi Besar Digitalisasi dan Bisnis Halal
Peluang emas ini terungkap dalam Forum Kewirausahaan Syariah Muda di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di JICC, Jakarta, Jumat (17/10). Forum tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang kian masif.
Saat ini tercatat ada 235,3 juta pengguna internet di tanah air. Nilai transaksi bruto ekonomi digital pun menyentuh angka sekitar 100 miliar dolar AS. Oleh sebab itu, adopsi pembayaran digital seperti QRIS terus meluas hingga puluhan juta pengguna.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan pentingnya aksi nyata generasi penerus.
“Anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang mampu berkarya, membawa kemajuan, dan membanggakan bangsa”, tutur Aida.
Tiga Pilar Bank Indonesia Dorong Wirausaha Muda
Guna merealisasikan potensi tersebut, Bank Indonesia meluncurkan tiga strategi pembinaan terarah. Langkah awal menyasar pengembangan model bisnis melalui penguatan kelembagaan dan pembiayaan. Contoh nyatanya terlihat pada inisiatif agrowisata Eptilu di Garut.
Selanjutnya, pilar kedua berfokus pada pelatihan kewirausahaan dan inovasi digital. Program nyata seperti Cangkir Barista, Citra Nusa, hingga hackathon PIDI–DIGDAYA disiapkan untuk memacu kapasitas usaha. Terakhir, penguatan kepemimpinan disalurkan melalui beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) di 175 kampus.
Menteri Koperasi Fery Juliantono turut mengingatkan pentingnya peran strategis pemuda. Paparan ini dibacakan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destri Anna Sari. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, melainkan tampil sebagai produsen dan penggerak koperasi.
“Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata antara generasi muda, koperasi, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, masjid dan pemerintah. Ekosistem yang kuat diyakini dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah”, ujar Sari.
