JHF #3 Internasional Perkuat Skema Business Matching
Yogyakarta – Jogja Halal Festival (JHF) #3 Internasional memperkuat skema business matching untuk memperluas akses pasar pelaku usaha, termasuk UMKM, ke pasar nasional dan internasional. Oleh karena itu, agenda tersebut menjadi salah satu fokus utama festival halal yang berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Penguatan konsep ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Business Matching JHF #3 Internasional pada Rabu (2/9/2026) di Kantor DPD DIY. Selain itu, rapat mempertumukan panitia penyelenggara bersama OPD DIY dan mitra strategis untuk memastikan keterlibatan buyer serta investor.
Arah Baru Ekosistem Ekonomi Halal DIY
Ketua Organizing Committee (OC) JHF #3 Internasional, Heroe Poerwadi, mengatakan penyelenggaraan kali ini membawa arah baru dibandingkan dua edisi sebelumnya. Namun, pengembangan tidak lagi sebatas membangun ekosistem di tingkat lokal, melainkan langsung mempertemukan pelaku usaha dengan buyer serta investor global.
“JHF #1 dan #2 lebih banyak membangun ekosistem ekonomi syariah di DIY. Pada JHF #3, kita ingin memperluasnya dengan menghadirkan business matching, sehingga pelaku usaha tidak hanya bertemu konsumen, tetapi juga bertemu buyer, investor, dan sesama pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Targetkan Transaksi Bisnis Rp 100 Miliar
Dalam pelaksanaannya, JHF #3 menargetkan keterlibatan sekitar 150–200 perusahaan dan UMKM sebagai seller, 50 buyer nasional, serta 20 buyer internasional. Selanjutnya, panitia menargetkan terbentuknya kesepakatan bisnis dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 100 miliar.
Ketua Steering Committee (SC) JHF #3 Internasional, Ahmad Syauqi Soeratno, menegaskan pengembangan JHF perlu diarahkan pada skala regional dan internasional. Oleh sebab itu, Yogyakarta harus mengambil peran lebih besar dalam memanfaatkan peluang di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan Lintas Sektor dan Konsep Gotong Royong
Dinas Koperasi dan UKM DIY menyatakan kesiapan membantu identifikasi serta kurasi UMKM potensial ekspor. Sebaliknya, DPMPTSP DIY mengusulkan penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (I-PRO) untuk menarik minat calon investor luar negeri.
Festival ini juga membuka ruang kolaboratif melalui konsep gotong royong yang diusulkan Paguyuban Global Gotong Royong Tri Partner DIY. Pada akhirnya, sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong UMKM lokal naik kelas dan bersaing di pasar global.



