Indonesia–Malaysia Perkuat Kerja Sama Islamic Social Finance untuk Komunitas Halal

JAKARTA — Indonesia dan Malaysia dinilai memiliki kesamaan sosial dan budaya yang kuat, sehingga menjadi modal strategis untuk saling belajar dan melakukan studi banding dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Penguatan kerja sama bilateral dan regional di bidang Islamic Social Finance menjadi fokus utama dalam agenda Bilateral and Regional Islamic Social Finance for Halal Community Engagement yang digelar di Menara Syariah, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Institute of Islamic Banking and Finance (IIiBF) International Islamic University Malaysia (IIUM), Menara Syariah, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Sekretaris Jenderal IAEI, Dr. Sutan Emir Hidayat, mengapresiasi terselenggaranya forum strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa kesamaan karakter masyarakat, nilai sosial, dan tradisi keislaman di Indonesia dan Malaysia menjadi peluang besar untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan.
“Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripan dari sisi sosial dan budaya. Kesamaan ini menjadi kekuatan untuk saling belajar dan memperdalam kerja sama dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujar Emir. Dikutip dari republika.co.id
Lebih lanjut, Emir mendorong sinergi yang lebih erat antara kedua negara, tidak hanya di level akademik, tetapi juga dalam perumusan kebijakan, penguatan riset, serta implementasi Islamic Social Finance yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara sangat penting untuk menjawab tantangan global sekaligus memperluas kontribusi ekonomi syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Emir juga menegaskan komitmen IAEI untuk terus mendorong pembangunan ekonomi syariah Indonesia agar semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. Kerja sama dengan mitra strategis, termasuk perguruan tinggi dan institusi regional seperti IIUM Malaysia, dinilai penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi syariah nasional.
“Kami berharap forum ini menjadi katalis lahirnya inisiatif konkret, baik dalam penguatan literasi, riset, maupun implementasi keuangan sosial Islam, sehingga ekonomi syariah dapat tumbuh dan memberi manfaat luas bagi umat,” katanya.
Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan ekonomi syariah dari Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat peran keuangan sosial Islam, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf, dalam mendukung pengembangan komunitas halal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal penguatan kerja sama bilateral dan regional dalam pengembangan Islamic Social Finance, sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah dalam menopang ekosistem halal di kawasan Asia Tenggara.