PPA Perkuat TJSL 2025, Dorong Pemberdayaan UMK dan Keberlanjutan Lingkungan

JAKARTA — PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), anggota Holding BUMN Danareksa, menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sepanjang 2025, PPA memfokuskan program TJSL pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK), serta pelestarian lingkungan. Langkah ini sejalan dengan peran strategis PPA sebagai restructuring house pemerintah dalam melakukan restrukturisasi dan revitalisasi aset, sekaligus mendorong kontribusi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Komitmen tersebut membuahkan hasil positif. Sepanjang 2025, PPA berhasil meraih dua penghargaan di bidang pemberdayaan UMK pada ajang Indonesia Corporate Communication & Sustainability Summit (ICCS Summit). UMK binaan PPA, Aruna Creative, meraih Juara III subkategori Local Heroes pada kategori Sustainability. Sementara itu, Program Peduli UMK Spesial juga meraih Juara III pada subkategori Small Medium Enterprises (SME) Development di kategori yang sama.
Penghargaan ini menjadi tonggak penting bagi Aruna Creative yang didirikan oleh Yuliana Fitri. UMK tersebut dinilai memiliki ekosistem usaha yang komprehensif, mulai dari penggunaan bahan baku serat alam ramah lingkungan, pemberdayaan 100 persen tenaga kerja perempuan, hingga pelibatan penyandang disabilitas dalam proses produksi. Pendekatan ini menghasilkan produk wastra dengan desain yang unik dan bernilai eksklusif.
“Aruna Creative ingin menjadikan wastra nusantara sebagai jembatan keberlanjutan antara budaya, kelestarian alam, kreativitas desain dan mode, pendidikan, serta kesetaraan, dengan visi masa depan yang inklusif,” ujar Yuliana Fitri. Dikutip dari kontan.co.id
Sebagai satu-satunya BUMN yang berperan sebagai restructuring house, PPA secara konsisten dalam lima tahun terakhir memberikan dukungan kepada UMK dengan latar belakang unik dan memiliki potensi untuk direvitalisasi. Melalui Program Peduli UMK Spesial, PPA telah memberdayakan UMK yang dikelola oleh eks-narapidana, penyintas narkoba, komunitas disabilitas, pegiat pengolahan sampah plastik, hingga kelompok ibu kepala keluarga.
Direktur Utama PPA, M. Teguh Wirahadikusumah, mengatakan program TJSL merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
“PPA berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan dengan memenuhi amanah pemegang saham sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial yang lebih luas. Program UMK Spesial ini sejalan dengan pilar pembangunan ekonomi, khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).
Teguh juga memaparkan capaian TJSL PPA sepanjang 2025. Di bidang pendidikan, PPA menyalurkan Program Dukungan Pendidikan dan Kesehatan kepada 60 penerima manfaat dari keluarga tenaga alih daya, menjalankan Program Kolaborasi Beasiswa bagi 50 karyawan Holding BUMN Danareksa, serta memberikan bantuan perbaikan empat sekolah dasar di lingkungan holding.
Selain itu, PPA menggelar Program Inkubasi Pendidikan Musik “Bintang Muda Lokananta” yang melibatkan 12 peserta melalui rangkaian workshop, mentorship industri musik, perilisan album kompilasi, hingga tur ke sejumlah kota.
Di sektor lingkungan, PPA berkontribusi dalam mitigasi emisi gas rumah kaca dengan menanam 2.000 bibit pohon endemik dan produktif, membangun dua rumah sampah di kawasan industri Holding BUMN Danareksa, serta melibatkan karyawan dalam kegiatan daur ulang plastik dan pakaian menjadi produk bernilai tambah.
Sementara itu, pada pilar pemberdayaan UMK, PPA menyalurkan dana program senilai Rp1 miliar untuk pembinaan 30 UMK binaan.
“Kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Karena itu, PPA akan terus menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan Asta Cita,” tutup Teguh.



