Berita Terkini

Gerakan Gentengisasi Nasional Libatkan Juta Perajin UMKM

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pelaku UMKM untuk mendukung program gentengisasi perumahan nasional. Laporan kesiapan produksi genteng tanah bersandar mutu tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait kepada Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Senin (31/8/2026).

Pengikutsertaan UMKM dalam proyek strategis ini difokuskan pada pemenuhan standar kualitas dan keandalan industri nasional agar produk yang dihasilkan mampu bersaing sekaligus menaikkan kelas para perajin lokal. Namun, kepastian jadwal peluncuran skema masal masih menunggu persetujuan presiden.

“Besok (Selasa, 01/09) saya dipanggil oleh beliau (Presiden Prabowo) untuk bisa menyampaikan, karena kita sudah persiapkan itu UMKM-UMKM. Ya, tapi ada kualitasnya, standarisasinya, yaitu dengan keandalan dari perindustrian. Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan bekerja sama dengan UMKM-UMKM dengan jumlah jutaan-jutaan genteng,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.

Uji Coba Sentra Tanah Liat Pleret hingga Jatiwangi

Selain itu, uji coba produksi genteng telah melintasi sejumlah daerah sentra perajin tanah liat demi memastikan kualitas, harga, hingga estetika sebelum skema kerja sama masal diluncurkan.

“Besok saya akan melaporkan kepada Presiden kesiapan-kesiapan yang sudah dilakukan selama ini. Kami sudah melakukan uji coba, berapa bulan lalu, di Pleret, di Purwakarta, dan di Jatiwangi, Manjelengka. Sesudah berapa bulan ini, tentu kita, saya percaya ada proses. Proses, kualitas, ya, estetika, harga, ya, semua harus dibina sehingga UMKM kita juga bisa naik kelas,” jelas Maruarar.

Selanjutnya, kementerian menggalang dukungan sektor swasta untuk penyediaan hunian layak, termasuk pembangunan 200 unit rumah gratis di Tangerang, 103 unit di Tapanuli Utara, serta pemugaran ratusan unit rumah di wilayah Jakarta.

“Jadi ini langkah-langkah strategis melibatkan gotong royong dari teman-teman swasta,” tutur Maruarar.

Kolaborasi Swasta dan Bantuan Kebudayaan Pasca-Bencana

Penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur turut mengandalkan kolaborasi swasta melalui penyiapan 500 unit rumah bernilai Rp5 miliar, disusul alokasi bantuan perumahan di NTB.

“Untuk NTB juga kita sudah menyiapkan Rp 1,5 miliar dari gotong royong untuk rumah yang bernuansa kebudayaan,” kata Maruarar.

Oleh karena itu, gagasan gentengisasi berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, yang menginisiasi gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) guna mengganti penggunaan atap seng.

Saya lihat saudara-saudara, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Pada akhirnya, pemerintah menargetkan penggantian material atap rumah di seluruh wilayah Indonesia menggunakan genteng berbahan tanah liat yang lebih dingin dan tahan lama.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button