Empat Jenama Kuliner Binaan ASIK Pasarkan Produk ke FHI 2026

Jakarta – Panggung diplomasi rasa resmi membentang lebar di Jakarta International Expo (JIEXPO), Selasa (21/7/2026). Namun, mampukah cita rasa Nusantara menembus dinding tebal standar industri perhotelan dan restoran dunia?
Menjadikan Kuliner Paspor Diplomasi Budaya
Ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka dengan dorongan kuat dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf). Memasuki edisi ke-20, pameran internasional ini mempertemukan rantai pasok global dengan potensi lokal.
Oleh karena itu, subsektor kuliner terus ditempatkan sebagai tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Kementerian Ekraf berkomitmen memanfaatkan momentum ini untuk memperluas penetrasi pasar.
“Subsektor kuliner merupakan salah satu pilar utama ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai nilai ekonomi, serta promosi identitas budaya bangsa. Food & Hospitality Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.
Kurasi Ketat Menuju Pasar Global
Selain itu, Kementerian Ekraf menghadirkan Paviliun EKRAF dengan memboyong empat jenama unggulan. Empat produk tersebut adalah El’s Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe.
Selanjutnya, keempat jenama binaan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) ini telah lolos kurasi ketat. Mereka disiapkan khusus untuk menyuplai sektor hotel, restoran, dan katering (HoReCa) skala internasional.
“Melalui momentum ini, mari kita jadikan Food & Hospitality Indonesia 2026 memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut. Di sinilah inovasi dipertemukan dengan pasar, dan kreativitas diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang nyata,” kata Menteri Ekraf.
Standardisasi Mutu Menuju Pasar HoReCa
Seluruh produk yang tampil telah melewati proses kurasi ketat berbasis kapasitas produksi nasional. Selain itu, aspek pemenuhan standar kualitas internasional menjadi prasyarat mutlak bagi ekosistem bisnis modern.
Program ASIK sendiri hadir memberikan pendampingan komprehensif mulai dari pelatihan kapasitas hingga sertifikasi resmi. Pameran FHI 2026 kali ini menghadirkan peserta dari 32 negara di dunia.
Oleh karena itu, ajang ini menjadi ruang strategis untuk menyerap inovasi teknologi pangan terbaru. Tren digitalisasi layanan kuliner serta adopsi kemasan ramah lingkungan menjadi fokus utama industri global saat ini.
Pada akhirnya, keberhasilan penetrasi pasar ini ditentukan oleh konsistensi mutu produk di lapangan. Mampukah pelaku usaha lokal mengubah fasilitas promosi pemerintah menjadi kontrak dagang jangka panjang?



