Berita Terkini

Sinergi Tiga Institusi Pacu Investasi Filantropi Syariah

Jakarta – Pasar modal syariah kini tidak lagi hanya mengejar keuntungan finansial semata. PT Majoris Asset Management, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan investasi filantropi syariah di tanah air.

Melalui kemitraan ini, ketiga entitas berupaya membangun ekosistem investasi berbasis reksa dana syariah yang menghasilkan dampak sosial berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini dirancang guna mengoptimalkan penyerapan likuiditas publik lewat instrumen inovatif.

Kerja sama tersebut ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah nyata pemanfaatan pasar modal. Direktur Utama Majoris, San Verandy Herveranto, menyatakan bahwa inovasi ini memadukan potensi komersial dengan nilai kebajikan sosial.

“Kerja sama ini memadukan potensi komersial finansial dengan nilai-nilai sosial. Kami ingin memberikan solusi bagi masyarakat agar dapat mengejar kebahagiaan finansial melalui investasi syariah yang optimal, sekaligus memupuk tabungan amal melalui fitur filantropi yang melekat pada produk ini,” kata Direktur Utama Majoris San Verandy Herveranto dalam keterangannya di Jakarta, Senin. Dikutip dari antaranews.

Memperluas Akses dan Menjamin Tata Kelola

Langkah kolaboratif ini juga menjadi sarana strategis dalam memperluas jangkauan investor ritel maupun institusi. Direktur Trimegah, Anung Rony Hascaryo, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menyediakan solusi portofolio yang relevan dengan kebutuhan umat.

Menurutnya, integrasi prinsip syariah dan filantropi membuka ruang partisipasi masyarakat untuk berinvestasi sembari berkontribusi nyata pada agenda sosial. Oleh karena itu, kehadiran perbankan syariah yang kredibel mutlak diperlukan sebagai penjaga integritas transaksi.

Sementara itu, Bank Muamalat bertindak sebagai bank kustodian yang menjalankan fungsi pengawasan dan administrasi aset. Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, memastikan aspek kepatuhan syariat dan tata kelola tetap menjadi landasan utama.

“Kami memastikan seluruh proses administrasi investasi syariah ini berjalan secara good governance, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah,” kata Imam.

Pada akhirnya, terobosan ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi inklusi keuangan syariah secara menyeluruh. Inisiatif ini sekaligus menggeser paradigma lama bahwa investasi pasar modal semata-mata soal margin profit, melainkan sarana berbagi manfaat sosial jangka panjang.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button