Berita Terkini

OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Makassar

Makassar – Edukasi finansial syariah terus merambah pusat pertumbuhan ekonomi daerah di kawasan timur Indonesia. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Agenda berskala nasional ini melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) Sulselbar. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat transformasi dari sekadar pemahaman menuju pemanfaatan produk finansial secara nyata.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya keterpaduan langkah antarlembaga dalam mengedukasi publik.

“Hari ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan SYAFIF yang digagas OJK dan kali ini bersama LPS, pemerintah daerah hingga stakeholder lainnya. Tujuannya untuk sama-sama menggerakkan sinergi dan kolaborasi untuk semakin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keuangan syariah dan juga bagaimana dari literasi ini kemudian bergerak menjadi inklusi keuangan syariah,” tegas Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri Penutupan SYAFIF Goes to Makassar, Minggu, (01/11/2026).

Selain itu, Friderica menguraikan dampak jangka panjang dari keterlibatan masyarakat dalam ekosistem syariah. Peningkatan taraf hidup warga Sulawesi Selatan menjadi tujuan akhir dari seluruh rangkaian program pembinaan ini.

“Dari kegiatan ini tentunya bermuara pada meningkatkan literasi dan inklusi keu syariah seluruh kelompok masyarakat, masyarakat makin dekat dengan produk dan layanan keuangan syariah, hingga mendorong sinergi antar pemerintah dan regulator,” terangnya.

Membangun Kepercayaan Melalui Edukasi Finansial Berkelanjutan

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menilai keterlibatan lembaganya merupakan wujud komitmen menjaga rasa aman nasabah perbankan. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda pembangunan ekonomi nasional.

“Kenapa ini menjadi penting? Karena nanti, kalau masyarakat kita sudah bisa percaya, maka semua akan bergerak dan ujungnya tentu adalah pembangunan dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Farid menekankan bahwa keyakinan publik terhadap industri syariah tidak hadir secara instan. Sikap saling percaya tersebut membutuhkan perjuangan terarah melalui transfer pengetahuan yang konsisten kepada calon nasabah.

“Jadi kalau kita sudah memberikan literasi yang baik, maka orang akan jadi paham, jadi mengerti, dan percaya. Maka, setelah percaya, mereka akan mulai menabung, berinvestasi dan uangnya bisa dipakai untuk pembangunan bagi masyarakat,” trangnya.

Di samping itu, potensi pangsa pasar di kawasan timur Indonesia dinilai sangat terbuka lebar. Populasi warga yang besar di Sulawesi Selatan menjadi modal berharga bagi pertumbuhan industri berbasis halal.

“Dengan potensi tersebut bisa menggerakkan semua elemen masyarakat, menggerakkan semua modal, pendanaan dan juga industri, serta ekosistem bisnis yang halal menjadi salah satu basisnya,” lanjutnya.

Pada akhirnya, penutupan SYAFIF 2026 di Makassar menyuguhkan sarana interaksi langsung bagi para pengunjung mall. Pameran industri jasa keuangan, gelar wicara inspiratif, panggung musik, hingga undian berhadiah umrah sukses memikat antusiasme warga setempat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button