Ekonomi Syariah Indonesia Tembus Rp 3.131 Triliun
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kekuatan ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan performa solid di tingkat global. Oleh karena itu, nilai ekonomi syariah nasional berhasil menembus angka fantastis mencapai Rp 3.131 triliun.
Capaian impresif ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di peringkat keempat kekuatan ekonomi syariah terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga memegang peranan vital sebagai produsen utama pada sektor fashion busana muslim dunia.
“Kekuatan ekonomi syariah kita sudah menembus Rp 3.131,02 triliun, dan ini masuk dalam ranking 4 di global syariah,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026).
Sertifikasi Halal dan Ekspor Pasar Global
Perkembangan pesat ekosistem halal nasional dibuktikan dengan capaian 4,4 juta sertifikat halal yang telah diterbitkan. Namun, pemerintah terus berupaya melakukan akselerasi mengingat potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat besar.
Guna menjaga kelancaran perdagangan internasional, pemerintah telah menjalin kerja sama Mutual Recognition Arrangement (MRA) bersama 39 negara. Selanjutnya, kesepakatan ini mempermudah alur ekspor dan impor produk halal Indonesia ke pasar dunia.
“Namun tentu dengan jumlah UMKM yang besar, ini diharapkan juga bisa diakselerasi,” terang Airlangga.
Penguatan KUR Syariah dan Keuangan Sosial
Pemerintah berkomitmen memperluas penyaluran KUR Syariah untuk mendukung pembiayaan produktif sektor UMKM secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, peran perbankan syariah makin diperkuat guna menopang aktivitas perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
Di sisi lain, potensi keuangan sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) terus dioptimalkan. Sebaliknya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci penting agar dampak pembangunan dan kesejahteraan rakyat semakin terasa.
“Sehingga produk halal dari berbagai negara ataupun dari Indonesia bisa dilakukan ekspor dan impor,” tambah Airlangga.
Model Ekosistem Halal Provinsi Aceh
Airlangga menunjuk Provinsi Aceh sebagai contoh percontohan sukses (role model) dalam tata kelola keuangan syariah daerah. Pada akhirnya, integrasi antara perbankan, lembaga nonbank, dan Baitul Mal di Aceh diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Sinergi antara penguatan SDM, tata kelola, dan pembiayaan produktif akan membuka ruang pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih inklusif. Dengan demikian, seluruh potensi aset dan industri halal dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.



