Berita Terkini

Dari Sampah Menjadi Dolar Lewat Daun Ketapang Babel

Siapa sangka daun kering yang berserakan di pekarangan rumah kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi ke pasar global?

Strategi Pendampingan UMKM Go Internasional

Badan Karantina Indonesia (Barantin) secara konsisten terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional. Upaya strategis ini dilakukan melalui pendampingan intensif untuk pemenuhan persyaratan ekspor negara tujuan secara komprehensif.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Web Series Go Ekspor Barantin #1 pada Rabu (15/7). Forum daring yang bertajuk ‘Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara’ ini diikuti oleh ratusan pelaku UMKM dari berbagai penjuru daerah.

Oleh karena itu, institusi ini menghadirkan Atase Perdagangan RI di Jepang, Merey Astrid Indriasari, serta eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung. Kehadiran para praktisi tersebut diharapkan mampu membuka wawasan pelaku usaha lokal mengenai potensi rantai pasok global.

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Barantin mendampingi UMKM agar mampu memenuhi persyaratan ekspor sekaligus memperluas akses pasar internasional melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya.

“Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir sebagai mitra UMKM dalam memenuhi persyaratan tersebut,” kata Shahandra membuka kegiatan.

Potensi Fantastis Komoditas Kering Bangka Belitung

Selanjutnya, Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menambahkan, daun ketapang merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki prospek ekspor menjanjikan. Komoditas unik tersebut kini telah berhasil dipasarkan secara reguler ke sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman.

Berdasarkan data Best Trust, sepanjang tahun 2025 UMKM binaan Karantina Babel sukses mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang. Sebaliknya, pada paruh pertama atau semester I 2026, realisasi volume pengiriman telah melonjak impresif hingga mencapai angka 553,06 kilogram.

Selain komoditas tersebut, sejumlah UMKM di Bangka Belitung juga mulai progresif mengembangkan ekspor produk pertanian kering lainnya. Langkah diversifikasi berbasis potensi lokal ini dinilai efektif meningkatkan pendapatan riil masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Karantina Babel, volume ekspor daun manggis kering saat ini telah mencapai 4.471 kilogram. Sementara itu, volume pengiriman daun bambu kering ke pasar Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram.

Manfaat Alami untuk Pasar Ikan Hias Dunia

Pelaku UMKM sekaligus eksportir Lukman Nuhung menambahkan, daun ketapang diekspor dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan pembeli. Di pasar internasional, produk tersebut dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.

“Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur,” ujar Lukman.

Pada akhirnya, penyelenggaraan edukasi interaktif ini diharapkan mampu mendongkrak standardisasi mutu produk ekspor sesuai protokol kesehatan karantina global. Komitmen pendampingan hulu-hilir menjadi kunci utama kedaulatan ekonomi daerah di masa depan.

“Barantin akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor,” tutup Shahandra.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button