Berita Terkini

Danantara Pangkas Jumlah Entitas PT Pelindo Menjadi 24

Jakarta – Langkah besar diambil PT Pelabuhan Indonesia untuk memperkuat fondasi logistik nasional. Melalui program penataan struktur atau streamlining, Pelindo kini merombak total model bisnis korporasi. Kebijakan ini bertujuan memperjelas peran setiap anak usaha di bawah naungan Pelindo Group.

Arah transformasi tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Pelaksana BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria. Ia membeberkan peta jalan restrukturisasi ini dalam rapat bersama jajaran manajemen di Wisma Danantara, Jakarta.

Memangkas Entitas Menuju Model Bisnis Ideal

Oleh karena itu, transformasi Pelindo diproyeksikan berjalan berkesinambungan dalam jangka panjang. Pembenahan organisasi sengaja diprioritaskan pada tahap awal sebelum beralih ke strategi komersial.

“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta. Dilangsir dari REPUBLIKA.

Dalam agenda restrukturisasi 2026, manajemen menargetkan pemangkasan jumlah entitas usaha secara signifikan. Jumlah perusahaan yang semula mencapai 41 entitas dipangkas hingga tersisa 24 entitas saja.

Selain itu, sebanyak 11 dari 17 entitas sasaran telah merampungkan aksi korporasi secara menyeluruh. Sementara itu, proses perombakan enam entitas sisanya dikebut agar rampung sebelum 31 Desember 2026. Aksi korporasi ini ditempuh melalui skema merger, konsolidasi, divestasi, hingga pembubaran atau likuidasi entitas.

Beralih ke Pengelolaan Operasional Aktif

Namun, simplifikasi entitas bukan satu-satunya agenda strategis yang dijalankan. Pelindo kini menggeser model pengelolaan induk perusahaan dari strategic holding menuju active management.

Dengan demikian, induk usaha memegang kendali operasional utama secara langsung di lapangan. Langkah ini menciptakan batasan kerja yang transparan antara unit holding, wilayah regional, lini layanan, serta anak usaha.

Selanjutnya, langkah integrasi bisnis ini diyakini berjalan jauh lebih solid karena berada langsung di bawah payung Danantara.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” sambung Dony.

Pada akhirnya, efisiensi operasional dan ketahanan rantai pasok maritim Indonesia menjadi taruhan utama dari perombakan masif ini. Dony berharap restrukturisasi tersebut melahirkan grup korporasi pelabuhan yang lebih ringkas, lincah, serta berdaya saing tinggi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button