Berita Terkini

BI Pacu Digitalisasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta – Ketidakpastian ekonomi global menuntut respons strategis yang tangguh dari pasar domestik. Bank Indonesia memandang percepatan teknologi finansial sebagai motor penggerak baru untuk menjaga momentum ekspansi produk domestik bruto.

Oleh karena itu, Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Keuangan Digital x Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 di Jakarta. Forum strategis ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku industri sekaligus memperkuat integrasi ekosistem keuangan digital secara menyeluruh.

“Digitalisasi menjadi salah satu alat dalam rangka untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita, dan juga termasuk daya saing dari ekonomi kita,” kata Destry dalam agenda pembukaan acara FEKDI x IFSE 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Dikutip dari REPUBLIKA.

Momentum positif ini hadir menyusul realisasi pertumbuhan ekonomi semester I 2026 yang menembus level 5,45 persen. Selain itu, bank sentral memadukan tiga instrumen utama demi menjaga stabilitas moneter serta mendorong pembiayaan makroprudensial yang pro-pertumbuhan.

“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata upaya strategi untuk mengakselerasi ekonomi keuangan digital dalam rangka mewujudkan kebijakan yang impactful, inklusif, dan integratif,” tuturnya.

Lompatan Transaksi QRIS dan Penguatan Sistem Domestik

Inovasi transaksi ritel tanah air terus mencatatkan angka adopsi yang signifikan di tingkat masyarakat. Pengguna QRIS hingga Agustus 2026 telah menembus 69,32 juta pengguna dengan sokongan 47,11 juta mitra pedagang.

“Arah kebijakan BI dalam mendukung transformasi ekonomi keuangan digital nasional sudah kami tuangkan dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) hingga 2030. Sasaran pertama adalah fokus untuk memperluas akseptasi dari QRIS,” ungkap Destry.

Selanjutnya, volume transaksi QRIS domestik pada paruh pertama tahun ini tercatat melesat mencapai 12,55 miliar kali transaksi. Namun, BI tidak hanya berfokus pada instrumen kode respons cepat tersebut semata.

Infrastruktur BI-Fast juga mencatat pertumbuhan volume sebesar 37,72 persen dengan total 549 juta transaksi ritel. Sementara itu, kehadiran Kartu Kredit Indonesia yang baru meluncur telah membukukan perputaran dana hingga Rp 18,7 miliar.

“Kami akan berpartisipasi penuh dalam Sinergi Merah Putih, dengan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai keinginan dalam Asta Cita,” tegas Destry.

Ekspansi Konektivitas Global dan Pencetakan Talenta

Penguatan digitalisasi kini tidak lagi terbatas pada lingkup teritorial domestik. Sebaliknya, konektivitas pembayaran lintas batas negara terus diperluas lewat implementasi QRIS antarnegara ke berbagai kawasan strategis.

Sejak dirintis pada 2022 hingga pertengahan 2026, transaksi turis asing di Indonesia via QRIS menembus Rp 5,9 triliun. Sebaliknya, belanja masyarakat Indonesia di negara mitra telah menyentuh angka Rp 1,73 triliun.

Kini, Bank Indonesia tengah menjajaki integrasi sistem pembayaran baru bersama Hong Kong dan Timor-Leste. Pada akhirnya, upaya ekspansi jaringan internasional ini ditopang pula oleh penyediaan talenta terampil melalui agenda penjajakan kerja sama industri.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button