BPJPH Dorong Produk Halal UMK Tembus Pasar Global

Jakarta – Pasar halal global bukan lagi sekadar tren keagamaan, melainkan arena perebutan ceruk ekonomi berdaya saing tinggi. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) merespons peluang emas ini dengan menggelar Jakarta International Halal Market (JIHM) 2026 di kawasan Jalan Imam Bonjol–Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (19/7).
Etalase Halal Kawasan Regional
Agenda strategis ini menjadi bagian terintegrasi dari rangkaian IMT-GT Regional Halal Forum 2026. Melalui ajang tersebut, komoditas Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Indonesia didorong untuk melampaui batas pasar domestik. Selain itu, kolaborasi tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand secara resmi diperkuat guna memperluas jaringan distribusi regional.
Acara bergengsi ini dihadiri oleh para delegasi penting dari negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), jajaran kedutaan besar, atase perdagangan, hingga investor ekosistem halal. Langkah konkret ini sengaja dirancang untuk mempertemukan para pelaku usaha nasional dengan pembeli potensial internasional secara langsung.
Oleh karena itu, beragam stan pameran memamerkan produk unggulan yang sangat bervariasi. Mulai dari kuliner olahan, busana muslim, hingga produk kosmetik halal dihadirkan guna memikat perhatian para pemangku kepentingan global.
Penguatan Daya Saing UMK
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan pentingnya momentum pameran internasional ini bagi penguatan kapasitas pelaku usaha skala kecil.
“UMK merupakan fondasi penting ekonomi nasional. Melalui Jakarta International Halal Market, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi produk halal UMK Indonesia untuk dikenal, dipercaya, dan diterima di pasar regional maupun global. Kolaborasi dengan berbagai negara akan memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk halal kita termasuk produk UMK,” ujar Babe Haikal, sapaan akrabnya.
Selanjutnya, Babe Haikal menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen industri untuk mengakselerasi ekosistem halal tanah air.
“Penguatan sektor halal memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, akademisi, komunitas, dan mitra internasional akan mempercepat pertumbuhan industri halal nasional sekaligus menjadikan produk halal Indonesia semakin kompetitif di pasar global,” tambahnya.
Penyerahan Sertifikasi Halal Massal
Di samping memfasilitasi temu bisnis, BPJPH turut menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada para pelaku UMK serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah penjaminan mutu ini sangat krusial untuk memastikan kepastian standar kehalalan pangan nasional terjamin dari hulu hingga hilir.
Hingga saat ini, sebanyak 10.000 SPPG tercatat telah resmi mengantongi sertifikat halal. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas implementasi Jaminan Produk Halal secara masif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, efektivitas pameran ini akan diuji oleh kemampuan para pelaku UMK dalam mengonversi peluang promosi menjadi kontrak dagang konkret. Mampukah UMK kita konsisten menjaga mutu demi menguasai rantai pasok halal dunia?
