Berita Terkini

Menko PM Gandeng idEA Cetak 10 Juta Pengusaha Baru

Jakarta – Lompatan transformasi ekonomi digital tanah air diarahkan untuk melahirkan wirausahawan mandiri. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan pelaku platform e-commerce digital berkolaborasi mendukung target pemerintah mencetak 10 juta pengusaha baru dalam lima tahun.

Langkah ini diambil guna mengikis paradigma bahwa masyarakat lokal hanya menjadi sasaran pasar konsumtif semata. Sebaliknya, potensi sektor niaga elektronik harus menjadi tuas pengungkit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tumbuh berdaya saing.

“Ekosistem digital harus kita manfaatkan untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang tidak hanya bertransaksi, tetapi juga menjadi pelaku usaha, mengembangkan produknya, dan mendapatkan akses pasar,” ucap Menko Muhaimin menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (04/11/2026).

Sinergi Etalase Digital Lintas Kementerian

Keberhasilan mencetak jutaan wirausahawan baru menuntut keterlibatan aktif ekosistem industri digital secara menyeluruh. Menko Muhaimin meminta jajaran Kemenko PM berkoordinasi dengan idEA serta para pelaku platform digital untuk merumuskan bentuk kerja sama konkret.

Kerja sama taktis tersebut mencakup pembukaan ruang promosi khusus bagi produk lokal di berbagai lokapasar daring ternama. Selain itu, inisiatif ini mengintegrasikan seluruh unit binaan kementerian teknis di bawah koordinasi Kemenko PM.

“Misalnya dengan membuka ruang promosi dan etalase digital bagi produk UMKM binaan kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM, yakni Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” jelas Menko Muhaimin.

Momentum terdekat yang siap dioptimalkan adalah agenda Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 pada 10–16 Desember mendatang. Ajang tahunan ini diharapkan menjadi panggung etalase nasional agar produk binaan pemerintah mampu menjangkau konsumen secara masif.

Perhelatan Harbolnas 2026 sendiri membidik nilai transaksi sebesar Rp40 triliun, atau tumbuh sekitar 5 hingga 10 persen dari pencapaian tahun lalu. Sebagai pembanding, catatan transaksi Harbolnas 2025 sukses membukukan Rp36,4 triliun dengan porsi produk lokal menyentuh Rp16,6 triliun.

Tiga Pilar idEA Perkuat Daya Saing Lokal

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menegaskan bahwa akselerasi perdagangan daring wajib berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku usaha di lapangan.

Oleh sebab itu, asosiasi mendorong tiga agenda strategis meliputi peningkatan kapasitas lewat pendampingan, pengembangan wirausaha muda via Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal.

“Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Syarif.

Asosiasi yang dirintis sejak 2012 ini kini menaungi hampir 100 anggota dari sektor lokapasar, media sosial, pesan antar, logistik, hingga gerbang pembayaran. Selanjutnya, Kemenko PM siap menjembatani koordinasi lintas pemangku kepentingan agar seluruh komitmen bersama bermuara pada program nyata yang memberdayakan masyarakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button