Berita Terkini

BAZNAS Makassar Gandeng KPMI Perkuat Pembinaan UMKM

Makassar – Pemberdayaan ekonomi umat memerlukan pendampingan yang presisi dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menjalin kemitraan strategis bersama Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memberikan bimbingan usaha terstruktur bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah binaan. Kedua lembaga menyepakati rencana kerja sama ini melalui penyusunan nota kesepahaman dalam audiensi di Makassar, Rabu (4/11/2026).

Ketua BAZNAS Kota Makassar Usman Sofian menerima langsung kunjungan pengurus KPMI Sulsel. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi oleh Wakil Ketua Abdul Azis Ilyas serta Wakil Ketua III Akhyar Amnur.

Selain itu, BAZNAS Kota Makassar menyerahkan satu unit komputer kerja sebagai cendera mata kepada KPMI Sulsel. Fasilitas tersebut diserahkan guna menunjang operasional kemitraan di lapangan.

Tiga Tahapan Terstruktur Skema BRM 1.0

Guna merealisasikan pembinaan nyata, KPMI Korwil Sulsel mengusulkan Program UMKM Berdaya. Program ini memadukan modul pelatihan dengan pendampingan intensif berbasis metode Business Roadmap Model 1.0. Sistem ini dirancang khusus untuk membantu wirausahawan mengenali hambatan operasional, merancang aksi perbaikan, serta memantau pertumbuhan omzet berkala.

Pendampingan tersebut terbagi ke dalam tiga fase utama, yaitu Builder, Checking, dan Mentoring. Pada tahap Builder, peserta diajak memetakan potret riil bisnis mereka secara menyeluruh. Pemetaan ini mencakup segmentasi pembeli, grafik penjualan harian, hingga struktur pengeluaran operasional.

Selanjutnya, tahap Checking membedah laporan data yang telah terkumpul. Fasilitator akan mendampingi pelaku usaha menentukan skala prioritas masalah yang mendesak untuk diselesaikan.

Sementara pada tahap Mentoring, pengusaha kecil mendapat bimbingan langsung dalam mengeksekusi rencana perbaikan. Evaluasi rutin dijalankan demi memastikan setiap pembenahan memberikan dampak finansial nyata.

Solusi Tepat Sasaran bagi Usaha Mustahik

Pendekatan diagnostik ini dinilai krusial karena setiap unit usaha menghadapi kendala yang berbeda.

Warung kelontong yang kerap kehabisan barang dagangan, misalnya, membutuhkan injeksi modal kerja demi menjaga ketahanan stok barang.

Sebaliknya, usaha makanan yang selalu ramai pembeli namun minim laba memerlukan kalkulasi ulang struktur biaya serta penetapan harga jual.

Oleh sebab itu, intervensi pembinaan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing pedagang.

Dalam skema yang diusulkan, KPMI Korwil Sulsel bertanggung jawab menyiapkan kurikulum pelatihan, mentor lapangan, dan laporan berkala performa usaha.

Hasil evaluasi usaha tersebut nantinya menjadi rujukan objektif bagi BAZNAS Makassar dalam menyalurkan bantuan modal maupun sarana kerja.

Namun, BAZNAS Kota Makassar tetap memegang otoritas penuh terkait verifikasi status mustahik, penetapan penerima manfaat, hingga penyaluran bantuan zakat.

Selanjutnya, kedua belah pihak segera mematangkan rincian teknis perjanjian kerja sama, termasuk sasaran peserta, pembagian peran, dan jadwal kegiatan.

Pada akhirnya, sinergi ini menjadi tonggak penguatan kapasitas mustahik agar mampu mandiri secara finansial dan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button