Berita Terkini

HIMKI Pacu Ekspor Mebel dan Kerajinan Tembus Pasar Global

Jakarta – Peluang ekspansi industri mebel dan kerajinan nasional kini kian terbuka lebar. Oleh karena itu, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) fokus memperkuat posisi produk lokal di panggung perdagangan internasional.

Organisasi ini memasang target ekspor bernilai fantastis. Sasaran perdagangan dipatok mencapai 6 miliar dollar AS pada 2031 dan melonjak ke 25 miliar dollar AS pada 2045 mendatang.

Guna menggapai misi jangka panjang tersebut, HIMKI telah menyiapkan peta jalan komprehensif. Upaya ini ditopang penyusunan Grand Strategy Plan (GSP) yang resmi diluncurkan pada September 2026.

Penyusunan dokumen panduan ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Unsur pemerintah yang terlibat mencakup Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, akademisi, hingga pelaku asosiasi.

Sektor Padat Karya Penopang Devisa Nasional

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menilai komoditas kriya dan furnitur memiliki peran krusial bagi perekonomian domestik. Sektor ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui serapan tenaga kerja yang masif.

Selain itu, produk kriya membawa nilai budaya nusantara ke tingkat internasional. Karakter padat karya menjadikan industri ini sebagai etalase diplomasi ekonomi bernilai tambah tinggi.

“Industri mebel dan kerajinan mengemban mandat strategis bagi perekonomian nasional. Sektor ini tidak hanya menyumbang devisa ekspor dan menyerap jutaan lapangan kerja padat karya, tetapi juga membawa narasi identitas budaya serta keunggulan kreativitas Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sobur melalui keterangan pers, Jumat (30/10/2026).

Melalui GSP, HIMKI menyelaraskan gerak seluruh pemangku kepentingan industri. Sinergi ini menghubungkan pemerintah, desainer, perajin, lembaga keuangan, hingga jejaring importir asing.

Pada akhirnya, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penyedia bahan mentah atau perakit biasa. Industri domestik diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat inovasi desain dan pusat perdagangan mebel dunia.

Satgas Bersama Kemendag Akselerasi Transaksi Ekspor

Langkah taktis juga ditempuh lewat kerja sama operasional bersama pemerintah pusat. Oleh sebab itu, HIMKI bersama Kementerian Perdagangan membentuk satuan tugas percepatan ekspor mebel, kerajinan, dan home decor.

Satuan tugas ini mulai bertugas sejak 20 Agustus 2026 guna mengejar target jangka pendek. Sobur menegaskan bahwa tim kerja ini mengedepankan capaian kontrak niaga nyata, bukan sekadar koordinasi formal antarlembaga.

Pelaksanaan tugas mencakup pemetaan calon pembeli serta penjajakan kerja sama bisnis yang transparan. Tim ini mengoptimalkan jaringan diplomasi dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Selanjutnya, fasilitas promosi seperti Trade Expo Indonesia dan ajang IFEX terus dioptimalkan. Berbagai instrumen promosi tersebut diselaraskan agar informasi permintaan langsung berujung pada penandatanganan kontrak.

“Market intelligence harus kita transformasikan menjadi buyer intelligence, dan buyer intelligence harus berakhir menjadi transaksi,” paparnya.

Penguatan Basis Riset Pasar dan Mutu Produk

Di samping membentuk gugus tugas, HIMKI memperkuat sistem informasi data perdagangan bersama Kemendag. Riset pasar furnitur ini disiapkan untuk memandu pengusaha memahami tren selera konsumen global secara presisi.

Modal dasar industri nasional sejatinya sangat melimpah ruah. Keunggulan tersebut mencakup kekayaan material alam, keahlian tangan perajin, keunikan budaya lokal, serta inovasi desain yang khas.

Namun, kelebihan komparatif tersebut tetap membutuhkan pembaruan teknologi dan konsistensi mutu yang ketat. Kualitas standar global menjadi syarat mutlak agar produk Indonesia semakin kompetitif.

Atas dedikasi memajukan ekosistem tersebut, Abdul Sobur meraih penghargaan Industry Award 2026 sebagai Industrialist of the Year. Ia menyabet predikat Most Outstanding Leader in Furniture Industry Empowerment atas kontribusinya memajukan industri kriya nasional.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button