Transformasi UKM ke Sektor Formal Kunci Perkuat Ekonomi

Jakarta – Ketergantungan ekonomi nasional pada unit usaha informal perlu segera dialihkan. Dekan sekaligus CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro menyoroti dominasi usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor informal. Oleh karena itu, Indonesia perlu mempercepat transformasi bisnis rakyat menuju sektor formal demi memperkokoh daya tahan ekonomi.
Sektor informal memang kerap menjadi penyelamat ketika krisis ekonomi melanda. Namun, model ketahanan tersebut dinilai rapuh jika dipertahankan tanpa perubahan arah kebijakan. Selanjutnya, legalitas dan struktur formal menjadi syarat mutlak bagi unit usaha kecil untuk berkembang lebih jauh.
“Yang perlu kita bangun (untuk UKM) adalah peningkatan dari sektor informal menuju sektor formal,” kata Bambang dalam Kadin Geoeconomics Policy Dialogue di Jakarta, Senin.
Belajar dari Strategi Industrialisasi Asia Timur
Pemerintah Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dari keberhasilan industrialisasi di Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut terbukti sukses memadukan peran konglomerasi raksasa dengan ekosistem UKM yang tangguh. Selain itu, kebijakan dukungan industri dan insentif di Korea Selatan selalu disertai tenggat waktu serta target terukur.
Kebijakan proteksi bagi pelaku usaha domestik sejatinya tidak boleh berlangsung tanpa batas waktu. Perusahaan lokal harus berani keluar dari zona nyaman setelah menguasai pasar dalam negeri. Pada akhirnya, penetrasi pasar ekspor global menjadi tolok ukur utama keberhasilan industri.
Perusahaan nasional juga tidak bisa terus bergantung pada teknologi milik pihak lain untuk memenangi kompetisi dunia. Inovasi mandiri merupakan modal dasar untuk mendobrak dominasi pemain lama di pasar global. Sebaliknya, komitmen riset dan pengembangan (R&D) harus ditopang investasi nyata seperti yang dipraktikkan di Korea Selatan.
Penguatan riset industri semestinya tidak hanya bertumpu pada lembaga birokrasi pemerintah. Fasilitas riset perlu diintegrasikan langsung ke dalam aktivitas operasional perusahaan agar inovasi yang lahir langsung menjawab kebutuhan pasar dan daya saing produk.



