Apindo Dorong UMKM Perkuat Inovasi dan Kepemimpinan

Jakarta – Tantangan disrupsi pasar dan percepatan teknologi digital kini menuntut kesiapan pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat inovasi dan kepemimpinan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.
Penguatan kapasitas kepemimpinan dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis di era modern. Wakil Sekretaris Umum Apindo Aditya Warman menegaskan pentingnya peran pemimpin dalam mengarahkan strategi usaha.
“penguatan kapasitas pemimpin usaha penting agar UMKM mampu mempertahankan operasional, mengembangkan peluang, dan menciptakan nilai tambah.” Dikutip dari ANTARA.
Pesan strategis tersebut disampaikan dalam pelatihan bertema “The SME’s Innopreneur Shifting: Empowering Innopreneur Genome”. Agenda ini digelar secara khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha di Ternate, Maluku Utara, Sabtu.
Empat Fondasi Kapasitas Innopreneur Masa Depan
Menghadapi persaingan bisnis yang dinamis, Aditya membedah empat pilar fundamental yang wajib dimiliki wirausahawan. Kapasitas innopreneur tersebut mencakup keterpaduan aspek toolset, skillset, mindset, dan mental set.
Keempat dimensi ini berfungsi sebagai fondasi utama penguatan keterampilan teknis serta ketahanan manajerial dalam mengarungi dinamika pasar. Selain itu, pelaku UMKM dituntut lebih lihai membaca peluang, memahami perilaku konsumen, memanfaatkan basis data untuk mengambil keputusan, serta merumuskan strategi ekspansi usaha secara terukur.
Selanjutnya, integrasi instrumen digital mutakhir dinilai sangat mendesak untuk diadopsi oleh pelaku usaha lokal. Aditya menekankan bahwa pemanfaatan ekosistem teknologi cerdas menjadi pembeda utama dalam memenangi persaingan pasar.
“pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penting untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.”
Kolaborasi Pentaheliks Pacu Produktivitas Usaha
Namun, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia tidak dapat berjalan sendiri secara parsial. Apindo menilai langkah penguatan ini memerlukan pendampingan intensif, peningkatan kompetensi berkala, serta kemitraan lintas sektor bersama pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait.
Sinergi tersebut diarahkan agar para pengusaha kecil mampu beradaptasi cepat dengan kebutuhan industri. Pada akhirnya, Apindo berharap UMKM mampu mentransformasi model bisnis secara fleksibel, mendongkrak produktivitas harian, memperluas jangkauan pasar, serta memperkokoh posisi tawar dalam rantai nilai ekonomi nasional.


