Berita Terkini

Petani Padang Pariaman Wujudkan Kedaulatan Pangan Agroekologi

Padang Pariaman – Petani Serikat Petani Indonesia Sakayan Jauah di Padang Pariaman mengambil langkah berani untuk melepaskan diri dari ketergantungan pupuk kimia. Mereka menerapkan sistem pertanian agroekologi guna mewujudkan kedaulatan pangan.

Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan panen perdana padi agroekologi. Upaya tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun Kawasan Daulat Pangan di Nagari Anduriang.

Kemandirian Petani Lepas dari Input Kimia Pabrikan

Penerapan agroekologi mengembalikan penguasaan pengetahuan serta proses produksi pertanian ke tangan petani. Oleh karena itu, petani memproduksi pupuk organik cair dan bokashi secara mandiri.

“Implementasi agroekologi adalah salah satu wujud kemerdekaan petani dari ketergantungan terhadap sistem agribisnis yang memperbodoh petani. Tujuannya adalah menjadikan petani lebih berdaulat dan mewujudkan pertanian yang rahmatan lil alamin,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah SPI Sumbar Rustam Effendy. Dikutip dari antaranews.

Langkah ini secara langsung memangkas ketergantungan pada sarana produksi luar. Hasil pengamatan sampel tanaman padi menunjukkan rata-rata 33 batang per rumpun, dengan kisaran 17 hingga 45 batang.

Fase Transisi dan Potensi Perluasan Lahan

Meskipun panen perdana belum menunjukkan perbedaan signifikan dibanding metode konvensional, para petani tetap optimistis. Pasalnya, proses ini masih berada pada fase transisi menuju pemulihan hara tanah.

“Namun, kami optimistis produksi ke depan akan lebih baik karena saat ini kami masih berada pada fase transisi menuju pertanian agroekologi yang bebas dari input kimia pabrikan,” katanya.

Petani berencana memperluas areal tanam secara bertahap. Potensi lahan sawah di wilayah tersebut mencapai sekitar lima hektare.

Dukungan Pemerintah Nagari dan Nilai Lokal

Pemerintah Nagari Anduriang menyambut positif gerakan pertanian berbasis organik ini. Selain menekan biaya produksi, sistem ini dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Kami sangat mendukung penerapan agroekologi melalui penggunaan pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Ini memang masih tahap awal sehingga membutuhkan proses penyesuaian dengan kondisi tanah. Namun, jika terus dilanjutkan, hasilnya diyakini akan semakin baik,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak nagari berniat mempopulerkan sistem ini ke masyarakat luas. Bahkan, metode ini berpeluang dijadikan kebijakan resmi nagari.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button