Berita Terkini

Strategi Kemasan Serat Kayu Efisiensikan Biaya Produksi Manufaktur

Industri pengemasan nasional kini dipaksa merombak total model bisnisnya demi memenuhi tuntutan pasar hijau global. Namun, transisi menuju material ramah lingkungan kerap dituduh memicu lonjakan biaya modal operasional manufaktur. Sebaliknya, adopsi teknologi paperboard berbasis serat kayu justru menjadi investasi strategis yang mampu memangkas pemborosan logistik.

Inovasi Hijau Print and Pack Symposium Surabaya

Kebutuhan efisiensi ini menjadi sorotan utama dalam Print and Pack Symposium edisi kedua di Surabaya. Isu keberlanjutan mendorong integrasi menyeluruh dari pemilihan material kertas kemasan, penggunaan tinta, teknologi mesin, hingga proses finishing. Sinkronisasi mutlak diperlukan karena paperboard berkualitas tinggi menentukan kelancaran proses cetak massal secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menghadirkan BoardOneā„¢ sebagai rangkaian paperboard yang fleksibel dan dapat didaur ulang. Selanjutnya, teknologi ini diaplikasikan pada sektor food services seperti paper cups serta pengemasan makanan beku. Karakteristik material dirancang dengan ketahanan tinggi terhadap kelembapan ekstrem tanpa mengorbankan standar keamanan pangan.

Oleh karena itu, regulasi ketat menuntut produk kemasan harus bebas dari Optical Brightening Agent (OBA). Langkah ini krusial agar pelaku industri dapat lolos dari audit ketat BPOM serta FDA internasional.

“Melalui BoardOneā„¢, kami tidak hanya menyediakan material yang ramah lingkungan dan tersertifikasi, tetapi juga memberikan solusi teknis yang membantu pelaku industri meningkatkan daya saing produk mereka, baik di pasar domestik maupun mancanegara,” ujar Sofyan dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Sinkronisasi Mesin Presisi dan Masa Depan Manufaktur

Selain penyedia material, teknologi mesin cetak global Heidelberg menekankan pentingnya presisi pengaturan mesin agar hasil cetak optimal. Sementara itu, BOBST menyoroti sinkronisasi material untuk memastikan proses die-cutting berjalan akurat tanpa merusak struktur. Dari sektor consumables, Hubergroup menjelaskan peran tinta dalam menjaga ketajaman warna pada permukaan paperboard.

Selain itu, Wohing Overtek memaparkan pentingnya kesesuaian pisau potong dengan aplikasi produk demi meminimalkan cacat produksi. Pada akhirnya, Kementerian Perindustrian mencatat kemasan berbasis kertas telah menyumbang sekitar 28% dari total penggunaan di industri mamin. Para pakar mengingatkan anggaran kertas sebesar 50% hingga 70% dari biaya total kemasan adalah investasi jangka panjang.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button