Papua Ditargetkan Mandiri Pangan pada 2026

JAYAPURA — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Papua tengah memasuki era baru pembangunan pangan. Dengan percepatan program cetak sawah, distribusi logistik, serta kolaborasi lintas sektor, Papua diproyeksikan mencapai kemandirian pangan pada 2026 dan sejajar dengan daerah lain dalam beberapa tahun mendatang.
“Target kita adalah Papua mandiri pangan. Tidak lagi bergantung pasokan dari Makassar atau Jawa. Papua harus memenuhi kebutuhannya sendiri karena biaya transportasi dari luar pada akhirnya ditanggung masyarakat,” ujar Mentan Amran dalam kegiatan penyaluran beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12/2025). Dikutip dari fajar.co.id
Saat ini kebutuhan pangan Papua mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru mampu memenuhi 120–124 ribu ton. Kekurangan lebih dari 500 ribu ton tersebut dikejar melalui ekspansi lahan sawah dan intensifikasi pertanian.
Amran memaparkan strategi utama yang tengah ditempuh, yakni mencetak total 100 ribu hektare sawah baru. Perinciannya meliputi 20 ribu hektare di Papua, 50 ribu hektare di Papua Selatan, 17 ribu hektare di Papua Barat Daya, serta tambahan lahan potensial di Sorong dan Papua Barat. “Kalau langkah ini konsisten, persoalan pangan Papua akan selesai. Tidak ada lagi masalah beras. Itu solusi permanen,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, Mentan Amran menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi stabilitas nasional, terlebih ketika dunia menghadapi ketidakpastian global mulai dari krisis energi hingga krisis pangan. Ia mengingatkan bahwa krisis pangan dapat memicu gejolak sosial dan politik. “Tidak ada negara yang mampu bertahan jika pangan bermasalah,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus mengakselerasi penyaluran beras SPHP, pembangunan fasilitas gudang di wilayah yang belum memiliki infrastruktur penyimpanan, serta peningkatan kapasitas produksi pangan lokal. Papua Raya — yang mencakup Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Pegunungan — telah dialokasikan lahan sekitar 100 ribu hektare untuk digenjot pembangunannya pada 2025–2026.
Dalam dialog bersama masyarakat, Mentan Amran juga mendengarkan langsung aspirasi para petani, peternak, dan kelompok adat. Permintaan mengenai bibit jagung, alat mekanisasi, pengembangan kakao, kopi, kelapa, hingga penguatan peternakan rakyat mendapat tanggapan satu per satu.



