Menembus Pasar Arab Saudi Melalui Produk Olahan Ikan Lokal
Jakarta – Peluang ekspor pangan olahan asal Indonesia ke Timur Tengah kini kian terbuka lebar. Langkah strategis ini terbukti dari adanya ketertarikan nyata dari importir terkemuka asal Arab Saudi terhadap produk perikanan nasional. Oleh karena itu, sinergi bilateral ini diharapkan mampu menjadi momentum emas untuk mendongkrak devisa negara secara berkelanjutan.
Bidik Rantai Pasok Jemaah Haji
Kementerian Perdagangan baru saja memfasilitasi pertemuan awal penjajakan bisnis antara perusahaan Indonesia, JAFPA, dengan importir Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading. Berdasarkan verifikasi awal, komoditas yang dilirik mencakup bakso ikan, nuget, dan daging filet nila. Kerja sama potensial ini diproyeksikan tidak hanya menyasar pasar ritel modern di wilayah urban, melainkan juga membidik ekosistem katering massal.
Selanjutnya, pasar katering tersebut difokuskan untuk melayani kebutuhan jutaan jemaah haji serta umrah dari berbagai penjuru dunia. Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, memberikan rincian nilai transaksi yang sangat menjanjikan dari agenda diplomasi dagang ini.
“Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, potensi transaksi JAFPA dan Tamaiz mencapai sebesar 800 ribu dollar Amerika Serikat (AS) hingga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 18 miliar),” kata Bagas dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026). Dikutip dari kompas.com
Potensi Ekonomi dan Uji Pasar
Selain transaksi langsung, kemitraan strategis ini menandai integrasi produk lokal ke dalam ekosistem konsumsi yang masif di Arab Saudi. Keberadaan jemaah dari berbagai negara menjadi ceruk pasar yang sangat strategis bagi industri makanan halal global. Selain itu, nilai total rantai pasok konsumsi pada musim ibadah tahunan tersebut ditaksir berada pada angka yang fantastis.
“Berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkecil bernilai sekitar Rp 50 triliun,” ujar Bagas.
Namun, sebelum kesepakatan final ditandatangani, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan tahapan uji pasar terlebih dahulu. Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa sampel produk akan dibawa ke Saudi untuk memastikan kesesuaian regulasi teknis.
“Kami harap, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” tutur Bagas.
Ceruk Pasar Makanan Halal
Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, mengonfirmasi bahwa relasi dagang perusahaannya dengan produsen Indonesia telah kokoh bertahan selama 15 tahun terakhir. Namun, ekspansi ke sektor protein hewani olahan berbahan dasar ikan ini merupakan langkah diversifikasi baru yang sangat prospektif.
“Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ujar Alamoudi.
Pada akhirnya, keberhasilan penetrasi pasar ini akan diuji oleh ketangguhan logistik rantai dingin serta konsistensi standar mutu produk. Menembus pasar global menuntut tata kelola industri hulu-hilir yang kedap celah demi menjaga kepercayaan konsumen internasional jangka panjang.