Munas HIMKI ke-4 Luncurkan Peta Jalan Industri Mebel
Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 HIMKI di The Trans Resort Bali menghasilkan keputusan krusial bagi industri nasional. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi ini diarahkan guna memperkokoh daya saing mebel dan kerajinan.
Ajang permusyawaratan ini menetapkan amandemen AD/ART, menyusun GBHO, serta menuntaskan suksesi kepemimpinan secara demokratis. Selain itu, HIMKI resmi meluncurkan Grand Strategy Plan (GSP) sebagai pedoman pengembangan jangka panjang.
Penyusunan dokumen GSP melibatkan Kemendag, Kemenperin, Kemenekraf, hingga Pemerintah Provinsi Bali. Selanjutnya, kerangka strategis ini dirancang untuk mendongkrak ekspor serta mengamankan pasokan bahan baku berkelanjutan.
Penguatan Daya Saing Ekspor dan Rantai Nilai Global
HIMKI berkomitmen menempatkan kriya mebel sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masa depan Indonesia. Sektor ini terbukti menyumbang devisa besar, membuka lapangan kerja, serta membawa identitas budaya bangsa ke panggung internasional.
Namun, penguatan posisi tawar di pasar global menuntut integrasi yang solid antarlembaga. Oleh sebab itu, HIMKI berupaya mengorkestrasi kolaborasi pentahelix bersama akademisi, desainer, dan lembaga pembiayaan.
Langkah terpadu tersebut diproyeksikan mengubah posisi Indonesia dari sekadar pemasok material mentah menjadi episentrum kriya dunia. Sebaliknya, hilirisasi produk bernilai tambah tinggi kini diposisikan sebagai prioritas utama.
Kolaborasi Multi-Sektor Kunci Sukses Dokumen Hidup GSP
Keberhasilan implementasi peta jalan baru tersebut bertumpu pada komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Pada akhirnya, program kerja yang terukur menjadi fondasi vital bagi transformasi industri kriya nasional.
“Target besar industri tidak mungkin dicapai oleh HIMKI sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh ekosistem industri. GSP harus menjadi dokumen hidup yang diterjemahkan ke dalam program, target, penanggung jawab, serta ukuran keberhasilan yang jelas,” kata Abdul Sobur.