Perputaran Ekonomi MTQ Nasional Jateng Capai Rp1,2 Triliun
Semarang – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah diproyeksikan mencatat perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Oleh karena itu, ajang syiar keagamaan ini turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, hingga perdagangan rakyat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperluas dampak kesejahteraan tersebut bagi seluruh kafilah Nusantara. Salah satunya diwujudkan lewat gelaran Pameran MTQ Nasional XXXI di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang.
“Kami tidak ingin MTQ ini hanya dinikmati Jawa Tengah. Karena itu, kami mengajak provinsi-provinsi lain untuk hadir membawa UMKM dan produk kerajinannya,” ujar Taj Yasin saat pembukaan Pameran MTQ Nasional XXXI di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Selanjutnya, pameran terpadu ini membuka jejaring transaksi langsung antarwirausaha daerah. Taj Yasin berharap ajang ini mempererat kemitraan dagang dari Sumatra hingga Papua.
“Kalau kita hitung, perputaran ekonomi dari MTQ ini diproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kegiatan nasional ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Taj Yasin.
Pameran UMKM Jadi Etalase Kreativitas Ekonomi Rakyat
Kementerian Agama menilai pameran akbar ini sukses menyatukan nilai religi dengan daya cipta lokal. Sebanyak 150 stan disiapkan khusus bagi para perajin dan komunitas ekonomi kreatif.
“Pameran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi etalase berbagai potensi daerah yang kita miliki. Ada UMKM, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Helmi.
Selain itu, sinergi digital dinilai penting guna menjaga kesinambungan pemasaran produk daerah pascakegiatan. Pemberdayaan perajin perempuan juga diyakini mampu memperkokoh pilar ekonomi keluarga.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi lebih tangguh. Dan ketika masyarakat tangguh, Indonesia akan semakin maju dan berkeadaban,” katanya.
Sinergi Promosi Layanan Publik Perkuat Nilai Kebangsaan
Kepala Disperindag Jateng July Emmylia menyebut pameran bertema “Sinergi Kreasi Islam Nusantara” berlangsung selama delapan hari. Sebaliknya, pameran tidak hanya memajang komoditas kerajinan tangan semata.
“Selama delapan hari, pengunjung tidak hanya dapat melihat produk, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang kami siapkan. Pameran ini kami rancang sebagai ruang promosi sekaligus interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat,” ujar July Emmylia.
Rangkaian acara dilengkapi gelar wicara, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi halal, hingga bursa kerja bersama 40 perusahaan. Pada akhirnya, perhelatan nasional ini mempertegas gerakan Bangga Buatan Indonesia.
“Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang sejalan dengan perhatian Menag Nasaruddin Umar terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.