Berita Terkini

Mendag Budi Santoso Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Melalui Campuspreneur

Jakarta – Kementerian Perdagangan mendorong mahasiswa untuk merintis usaha sekaligus menjajaki peluang menjadi eksportir sejak dari bangku kuliah. Langkah strategis ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak sekadar mencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya penguasaan perdagangan luar negeri bagi generasi muda. Oleh karena itu, kesiapan menjadi eksportir perlu dipupuk seawal mungkin selama masa studi.

“Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah, sehingga ketika lulus nanti bisa menjadi eksportir yang siap,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat. Dikutip dari ANTARANEWS.

Program Campuspreneur Buka Akses Pasar Global

Guna merealisasikan target tersebut, Kemendag memperkenalkan program khusus bernama Campuspreneur. Melalui program ini, kampus diposisikan sebagai wadah vital dalam membina mahasiswa menghasilkan produk bernilai ekspor.

Kemendag membuka pintu seluas-luasnya bagi perguruan tinggi yang ingin bergabung dalam ekosistem Campuspreneur. Selanjutnya, pelatihan intensif dan akses ke calon pembeli internasional akan diberikan secara berkelanjutan.

Peserta program dapat mempelajari cara menyiapkan produk berkualitas hingga strategi berkomunikasi dengan pasar mancanegara. Selain pelatihan produk, kesempatan magang langsung di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri juga dibuka lebar.

“Kami persilakan mahasiswa belajar mencari calon pembeli dengan cara magang di kantor perwakilan perdagangan,” katanya.

Program UMKM BISA Ekspor Catat Potensi Transaksi Ratusan Juta Dolar

Selain program berbasis kampus, Kemendag terus memperkuat program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Penguatan dilakukan lewat fasilitas business matching yang mayoritas digelar secara terukur melalui konferensi virtual.

Skema virtual ini terbukti ampuh memangkas batasan geografis antara pelaku usaha lokal dan pembeli luar negeri. Hasilnya, sepanjang Januari hingga Juli 2026, program ini mencatatkan pesanan serta potensi transaksi yang sangat signifikan.

Capaian potensi transaksi tersebut berhasil menyentuh angka hingga sekitar 333,68 juta dolar AS. Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci utama UMKM dan wirausaha muda Indonesia dalam menembus pasar global.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button