Profil Usaha
Trending

Marmer Sulawesi Selatan Terbanyak dan Terbaik di Dunia, Sayang Perusahaan Tambang yang Mengelolanya Masih Sedikit

USAHAMUSLIM.ID,MAKASSAR – Indonesia dijuluki sebagai tanah Syurga, lantaran negeri ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah serta iklim yang bagus. Hampir setiap wilayah di Nusantara, masing-masing mengandung kekayaan alam sendiri-sendiri, seperti semen, kayu, hasil laut, rotan, damar, emas, batu bara, intan, mutiara marmer, serta produk komoditas lainnya yang merupakan produk unggulan bernilai ekspor.

Di Sulawesi Selatan, terdapat tambang marmer yang jumlahnya berlimpah ruah. Salah seorang penggiat usaha marmer, Julian Mark Latuheru S.Sos, MBA kepada usahamuslim.id mengatakan, kandungan marmer di Sulawesi Selatan tidak akan habis meski ditambang hingga ratusan tahun ke depan, saking banyaknya kandungan bebatuan marmer di daerah ini.

Adapun daerah penghasil marmer di Sulawesi Selatan di antaranya Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Pangkep, dan Enrekang.

Selain jumlahnya yang berlimpah, corak dan motif warna dari bebatuan marmer dari Sulawesi Selatan disebut sebagai yang terbaik di dunia.

Menurut Julian, Marmer banyak digunakan untuk desain interior bangunan, sebagian lagi untuk bahan relief serta pembuatan patung dan lantai maupun dinding bangunan.

Strukturnya yang lunak menjadi alasan mengapa marmer baik digunakan sebagai bahan pembuatan patung maupun relief.

“Marmer dari daerah kita ini termasuk yang terbaik di dunia, namun sayangnya belum banyak perusahaan tambang professional yang mampu mengeksploitasi bahan tanbang tersebut,”katanya.

Ayah dari tiga orang anak ini merupakan pemilik perusahaan yang bernaung di bawah bendera CV. Makassar Marmer. Sebuah perusahaan dagang yang bergerak di bidang batu alam seperti granit, onix, dan lai-lain, yang mulai beroperasi sejak 2017 di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

“Kami memiliki pengalaman, baik dalam memproduksi marmer maupun dalam kegiatan memasarkannya secara internasional ke China dan negara-negara yang membutuhkan produk marmer. Kita ekspor dalam bentuk olahan sesuai dengan pesanan, seperti ubin, slab, atau block untuk berbagai jenis proyek.” Ujarnya.

Makassar Marmer yang membawahi sejumlah perusahaan tambang marmer di Sulawesi Selatan ini, menargetkan akan mampu memenuhi kebutuhan akan marmer lokal maupun marmer import.

“Kami memiliki tim yang professional untuk mengerjakan proyek marmer seperti gedung, perumahan, mesjid, interior dan eksterior. Untuk mitra kami yang ingin menyaksikan proses produksi, kita akan mengantarkan mereka untuk berkunjung ke beberapa pabrik dan tambang kami yang ada di sejumlah daerah penghasil marmer di Sulawesi Selatan. Kami juga memberikan harga maemer rendah, menengah dan tinggi.” Katanya lagi.

Pengusaha muda yang baru berusia 39 tahun ini menyayangkan minimnya jumlah pengusaha tambang marmer yang professional di daerah ini, padahal ketersediaan bebatuan marmer sangat berlumpah.

“Terkadang kita sulit memenuhi target permintaan ekspor, karena jumlah permintaan tidak sebanding dengan jumlah produk olahan marmer yang bisa kita produksi. Kendalanya ada pada perusahaan tambang yang minim, diperparah dengan banyaknya pengusaha tambang yang berhenti.” Bebernya.

Ketika ditanya kendala yang menyebabkan banyaknya pengusaha tambang yang berhenti menambang marmer, pria berdarah Ambon-China ini menuturkan sejumlah kendala di antaranya: Sumber daya manusianya yang kurang professional. Tidak tertibnya managemen perusahaan dalam mengatur keuangan dengan baik, Kurang ketatnya penjagaan di tambang sehingga sering terjadi spareparts dan alat pendukung pekerjaan hilang, solar hilang dicuri, dan lain lain sehingga kadang terjadi kehilangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

“ Juga management yang terlalu gemuk, banyak orang namun skill minim, akibatnya boros biaya namun pekerjaan tidak beres, tidak adanya continues improvement atau perbaikan secara berkala, penjualan dengan harga lokal yang tidak stabil, dan yang terakhir adalah faktor alam. Itu semua menjadi penyebab banyaknya perusahaan tambang yang berhenti di tangah jalan.” Ungkapnya.

Maka ketika dirinya mendirikan perusahaan Makassar Marmer yang membawahi sejumlah perusahaan tambang, dirinya segera melakukan pembenahan secara internal, dengan melakukan penyusunan SOP yang baru dari jalur pemesanan barang.

“Karena tambang ini minim dana, maka saya menjalankan beberapa metode dan aturan yang harus dijalankan, misalkan memberikan tanggung jawab kepada semua operator tambang mengenai pemakaian solar, mereka bertanggung jawab atas kekurangan solar. Karena pemakaian solar ini termasuk hal yang paling riskan di sebuah pertambangan. Saya juga harus dengan terpaksa memberhentikan orang-orang yang tidak kompeten. Setiap hari melakukan briefing dan menanyakan masalah yang ada selama menambang kemarin. Lalu menghandle sendiri pembelian spareparts biar kita tidak kehilangan banyak dana yang tidak jelas” uangkapnya.

Kepada usahamuslim.id, Julian juga membeberkan rahasia suksesnya dalam berbisnis batuan alam ini.

Menurutnya usaha apapun yang sedang dijalani harus dicintai, Jadikan pekerjaan sebagai hobby. Sebab dengan menjadikan pekerjaan sebagai hobby, maka kita akan selalu berusaha memikirkan segala jalan bagaimana agar usaha itu bisa makin berkembang.

“Selanjuynya jangan pernah berbohong sama customermu sekalipun sepele, kalau barang jelek ya katakan jelek, barang bagus ya katakan bagus, dan perbanyaklah sedekah.” Pungkasnya.

Kantor Makassar Marmer bisa dijumpai dengan mudah di Jalan Baji Rupa, Makassar. Beberapa saat yang lalu berhasil mengekspor dua kontainer marmer ke Vietnam, namun saat ini ekspor sementara dihentikan sambil menunggu berlalunya covid—19 (UM/Khairil Anas)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button