Kolaborasi, Bukan Kompetisi: KPKS Tekankan Peran Bank Syariah Daerah

JAKARTA – Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) menilai bank syariah di daerah perlu memperkuat kolaborasi dengan bank syariah berskala besar guna menekan biaya dana (cost of fund/CoF) maupun biaya modal (cost of capital) yang relatif tinggi akibat keterbatasan permodalan.
Anggota KPKS, M. Gunawan Yasni, menekankan bahwa kerja sama ini penting agar bank syariah daerah tidak terbebani dalam melayani pelaku usaha lokal berskala kecil. “Kolaborasi itu yang harus diperkuat. Biaya dana maupun modal bisa disinergikan sehingga lebih efisien,” ujarnya dalam webinar OJK Institute di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dikutip dari antaranews.com.
Menurut Gunawan, keberadaan bank syariah besar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) sebaiknya tidak dipandang sebagai kompetitor. Justru, sinergi diperlukan agar kedua pihak dapat saling melengkapi. “Jangan melihat bank besar sebagai pesaing. Dalam perbankan konvensional pun, setiap bank memiliki peran dan strategi pasar masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, bank besar tetap membutuhkan mitra di daerah yang lebih memahami pasar lokal. Dengan demikian, kolaborasi diyakini akan memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat posisi industri perbankan syariah secara keseluruhan. Dari perspektif syariah, kata Gunawan, hubungan antarbank seharusnya berlandaskan semangat berlomba dalam kebaikan, bukan persaingan untuk saling mengalahkan.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan lahirnya tiga hingga lima bank syariah berskala besar setara BSI dalam jangka menengah. Upaya konsolidasi terus didorong, baik melalui pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) maupun penggabungan usaha dengan bank syariah lain.
Pada akhir 2025, diharapkan lahir bank umum syariah (BUS) baru hasil spin off UUS BTN atau BTN Syariah, yang akan bergabung dengan Bank Victoria Syariah (BVIS). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BVIS bulan ini telah menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN), sekaligus menunjuk Alex Sofjan Noor sebagai Direktur Utama.
Selain itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk juga tengah memproses spin off UUS dengan mendirikan PT Bank CIMB Niaga Syariah sebagai BUS baru. Rencana ini telah mendapat persetujuan dalam RUPSLB pada 26 Juni 2025.