Kepercayaan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Sertifikasi Halal LPPOM
Jakarta – Membangun kepercayaan publik di tengah maraknya keraguan status kehalalan produk bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, kepastian jaminan produk halal kini menjadi kebutuhan mendesak bagi kenyamanan batin masyarakat sehari-hari.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) berhasil menyabet penghargaan Corporate Reputation pada ajang Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026. Penyerahan penghargaan ini berlangsung di Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, pada 6 Agustus 2026.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa transparansi dan konsistensi layanan LPPOM mampu memberikan kepastian hukum yang nyata bagi konsumen.
Penilaian Objektif Melalui Riset Nasional Berskala Besar
Penghargaan ini murni lahir dari persepsi masyarakat melalui riset berskala nasional.
“Penghargaan untuk kategori Corporate Reputation diberikan berdasarkan hasil riset online yang melibatkan ribuan responden. Penilaian reputasi dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation,” ujar Director of Brand, Reseach & Strategy The Iconomics, Alex Mulya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Senin (10/8/2026).
Selanjutnya, hasil riset ini mempertegas bahwa reputasi sebuah lembaga dibangun di atas fondasi rekam jejak yang konsisten.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi penghargaan Indonesia Public Relations Awards 2026 ini. Keberhasilan LPPOM meraih kategori Corporate Reputation bukan hanya tentang pencapaian komunikasi, tetapi juga menjadi refleksi atas kepercayaan publik yang dibangun melalui perjalanan panjang, konsistensi layanan, kompetensi, dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal,” ujar Muti.
Bukti Nyata Pelayanan di Tengah Komunikasi Modern
Masyarakat masa kini semakin kritis dan menuntut kemudahan proses sertifikasi halal hingga keterbukaan uji laboratorium. Oleh sebab itu, narasi positif tanpa kinerja nyata tidak akan bertahan lama di mata publik.
“Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik. Narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Selain itu, seluruh elemen internal LPPOM memegang peranan penting dalam menjaga kualitas interaksi dengan konsumen.
“Setiap insan LPPOM memiliki peran dalam membangun reputasi lembaga. Reputasi bukan hanya tanggung jawab fungsi komunikasi, tetapi merupakan akumulasi dari seluruh pengalaman publik ketika berinteraksi dengan LPPOM. Mulai dari layanan, kompetensi, integritas, hingga bagaimana kita hadir dan memberikan solusi. Semuanya berkontribusi terhadap kepercayaan,” kata dia.
Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal di Indonesia
Pada akhirnya, penganugerahan ini mendorong LPPOM untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pelaku usaha maupun konsumen.
“Kami berharap penghargaan ini tidak membuat kami berhenti pada sebuah pencapaian, tetapi justru menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah publik. Ke depan, LPPOM akan terus berupaya menjadi lembaga yang profesional, kredibel, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal Indonesia,” ujar Muti.



