Kemendag Bidik Transaksi US$17,5 Miliar di TEI 2026

Tangerang – Pemerintah terus memacu penetrasi ekspor nasional di tengah ketidakpastian pasar global. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan mematok target transaksi ambisius senilai US$17,5 miliar atau Rp313,37 triliun dalam perhelatan Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pameran dagang tahunan ini menjadi instrumen penting untuk membuka pasar nontradisional. Agenda historis yang bermula sejak 1985 ini kembali mempertemukan produsen lokal dengan jejaring pembeli global.
“Pada pelaksanaan TEI kali ini, kami menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dari 1.873 eksportir dan 30.000 pengunjung,” kata Budi dalam pembukaan TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Dikutip dari BISNIS.
Hingga pembukaan berlangsung, panitia mencatat 16.885 pembeli resmi terdaftar. Selain itu, sebanyak 8.092 pembeli di antaranya merupakan pelaku usaha asing dari 134 negara.
Realisasi Kesepakatan Dagang Global
Hari pertama pameran langsung mencetak komitmen konkret melalui penandatanganan 168 nota kesepahaman antara eksportir nasional dan mitra dagang internasional. Nilai komitmen dari 22 negara tersebut menyentuh angka US$13,2 miliar.
“MoU ini dapat terjadi karena sejak dari awal pelaksanaan TEI para ITPC [Indonesia Trade Promotion Center] dan Atdag [Atase Perdagangan] di luar negeri terus melakukan penjajakan dengan buyer potensial,” ujarnya.
Beragam sektor unggulan tampil mengisi area pameran tahun ini. Etalase pameran menyajikan ragam komoditas makanan minuman, manufaktur, produk pertanian, fesyen, furnitur, hingga promosi kawasan industri bagi investor.
Selanjutnya, langkah agresif ini berpijak pada tren positif neraca perdagangan. Ekspor Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, atau tumbuh 4,74% secara tahunan dengan surplus US$7,25 miliar.
Ekosistem Pasar dan Penguatan UMKM
Pemerintah saat ini menjalankan tiga pilar strategis perdagangan terpadu. Tiga pilar tersebut mencakup pengamanan pasar dalam negeri, ekspansi ke pasar luar negeri, serta akselerasi program produk lokal menuju pasar dunia.
“Hingga saat ini total perjanjian dagang yang sudah terimplementasi sebanyak 25 perjanjian dan sebanyak 13 perjanjian saat ini sedang dalam proses perundingan. Ini adalah bagian dari dua tahun gerak nyata transformasi bangsa yang dilakukan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.
Selain membuka jalan bagi korporasi besar, kementerian memberikan ruang gerak luas bagi unit usaha mikro, kecil, dan menengah. Sektor komoditas desa potensial kini mendapatkan pendampingan khusus agar berdaya saing ekspor.
Pada akhirnya, strategi ini dibangun demi menjaga keseimbangan pasar domestik. Kemitraan terarah antara pelaku UMKM dan pasar modern terus diperkuat agar produk dalam negeri tetap mendominasi pasar nasional.

