Berita Terkini

Gempuran Produk Asing Buat Industri Lokal Enggan Cari Modal

Jakarta – Pasar domestik yang dibanjiri produk asing kini menjadi hantu menakutkan bagi pelaku usaha lokal. Akibatnya, banyak dari mereka yang memilih mundur teratur dari fasilitas pembiayaan perbankan demi menghindari risiko gulung tikar.

Tekanan Pasar dan Risiko Gagal Bayar

Arus barang impor dengan harga miring terbukti sukses menggerus omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara drastis. Oleh karena itu, para pengusaha kecil kini menjadi sangat berhati-hati dalam mengelola arus kas mereka.

Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (AKUMANDIRI), Hermawati Setyorinny, membenarkan fenomena penurunan minat pembiayaan ini.

“Kenapa UMKM tidak mengambil pembiayaan bank, karena memang marketnya itu berkurang,” kata Hermawati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin. Dikutip dari antaranews.

Sebaliknya, jika pasar terus menyusut, memaksakan diri mengambil pinjaman modal justru dinilai menjadi langkah yang sangat berbahaya. Pelaku UMKM kini lebih memilih menggunakan dana pribadi yang terbatas untuk memutar roda bisnis mereka.

Selanjutnya, langkah tersebut diambil demi menekan potensi risiko yang jauh lebih besar di masa depan. Mengingat, ketika menggunakan pembiayaan dari eksternal akan memiliki risiko cukup tinggi ketika gagal bayar.


Urgensi Proteksi Regulasi dari Negara

Tantangan yang dihadapi industri kecil ini bukan sekadar masalah musiman, melainkan persoalan struktural yang terus membesar. Berdasarkan data di lapangan, volume produk asing yang masuk ke pasar lokal terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

“Laju produk impor yang masuk ke Indonesia terus bertambah besar selama ini. Tidak ada pencegahan atau rem barang-barang impor yang memang UMKM memproduksi,” ujarnya.

Padahal, berkaca dari kebijakan ekonomi di beberapa negara maju, pemerintah setempat biasanya memasang barikade yang kokoh untuk melindungi aset lokal mereka. Produk luar negeri akan dikenakan instrumen pajak yang tinggi agar tidak merusak harga pasar domestik.

“Kalau di luar negeri itu produk impor yang masuk harganya lebih mahal daripada produk lokal,” katanya.

Pada akhirnya, tanpa adanya intervensi tegas dari pemerintah untuk mengerem laju impor, sektor UMKM akan terus terjepit. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendala administratif yang masih dihadapi pelaku UMKM ketika ingin mengajukan pembiayaan ke perbankan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button